loader image

Distribusi Elpiji Sudah Normal

BANJARMASIN – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan, Saibani mengatakan distribusi gas elpiji bersubsidi atau 3 kg kembali normal, setelah Jalan Gubernur Syarkawi Banjarmasin yang rusak parah kini sudah bisa dilalui.

Menurut Saibani di Banjarmasin, Sabtu, sejak beberapa hari terakhir pasokan gas dari depot Jembatan Barito ke berbagai daerah di Kalimantan Selatan sudah lancar. Bahkan, kini distribusi melampaui target yang seharusnya 330-350 metrik ton per hari kini menjadi 450 metrik ton per hari.

“Sekarang elpiji bersubsidi sudah mudah didapatkan, bahkan pendistribusiannya sudah melampaui target dari biasanya. Diharapkan distribusi ini, akan terus terjadi hingga lebaran nanti,” katanya.

Sebelumnya, angkutan elpiji tidak bisa melintas di Jalan Gubernur Syarkawi, karena kondisi jalan rusak parah akibat terendam banjir. Elpiji bersubsidi maupun nonsubsidi sempat sulit didapatkan.

Kelangkaan tersebut, membuat harga gas elpiji melonjak tajam. Bahkan, untuk elpiji bersubsidi 3 kg yang seharusnya hanya Rp 17.500 mencapai Rp 50 ribu per tabung di tingkat eceran. Begitu juga dengan harga elpiji 5,5 kilogram, yang biasanya Rp85 ribu menjadi Rp 100 ribu per tabung.

Saibani mengungkapkan, pada 2021 kuota penyaluran elpiji bersubsidi di Kalsel naik sekitar tujuh persen dibanding 2020 menjadi tiga ribu metrik ton per bulan.

Diharapkan, kuota tersebut akan terus bertambah sesuai dengan jumlah warga kurang mampu, yang terdata oleh masing-masing pemerintah daerah.

Saibani mengungkapkan, agar kelangkaan gas elpiji tidak terjadi lagi, pemerintah daerah mengeluarkan kartu kendali bagi warga yang berhak, sehingga penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran.

Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA juga telah me­nge­luar­kan surat edaran tentang penggunaan elpiji bersubsidi.ant/yos