loader image

RSUD Ulin Miliki Sarana Terapi Kanker

PENJABAT (Pj) Gubernur Kalsel DR Safrizal ZA MSi saat memotong untaian melati sebagai tanda diresmikan operasionalnya Radioterapi di RSUD Ulin Banjarmasin, disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, DR HM Muslim dan Direktur RSUD Ulin, dr Hj Suciati MKes. adpim

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin kini memiliki sarana layanan kesehatan baru yakni Ruang Onkologi Radiasi atau Radioterapi. Ruang itu sebagai tempat terapi radiasi, sebagai prosedur medis untuk penyembuhan penyakit kanker.

Ruang Radioterapi itu diresmikan operasionalnya oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA didampingi Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati MKes dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, DR HM Muslim, Kamis (25/2) siang.

Peresmian ruang ra­dioterapi, yang merupakan pertama di Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) itu, ditandai pemotongan untaian melati oleh Safrizal ZA.

Safrizal mengatakan dengan diresmikannya ruang ra­dioterapi ini, maka RSUD Ulin dapat meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya berharap dengan penambahan ruang radioterapi ini dapat membantu proses penyembuhan pasien kanker baik yang berasal dari Kalsel maupun Kalteng,” katanya.

Dengan teknologi baru ini, diharapkan pasien kanker tak perlu lagi pergi berobat ke luar daerah. “Tenaga kesehatan juga sudah lengkap dan saya dengar sudah ada 36 pasien kanker yang mendaftarkan diri untuk diterapi radiasi di RS Ulin,” kata Safrizal.

Bagi penderita kanker juga diimbau secepatnya berobat sebelum penyebaran penyakit semakin meningkat di tubuhnya. “Semakin cepat diobati, maka kemungkinan bisa disembuhkan semakin tinggi. Makin awal diketahui stadium kankernya, makin mudah pula disembuhkan,” katanya.

Sementara, Direktur RSUD Ulin Ban­jar­masin, Hj Suciati menjelaskan, pada 2009 hingga 2015 RSUD Ulin pernah memiliki terapi radiasi penyakit kanker. “Namun karena proses pembersihan limbah vakum selama lima tahun, hingga pada hari ini kita punya lagi ruang radioterapi bagi penyembuhan kanker,” katanya.

Alat-alat kesehatan penunjang terapi radiasi berasal dari pihak ketiga, dengan nilai investasi sekitar Rp 40 miliar.

Terkait posibilitas kesembuhan, stadium kanker tingkat 2 ke bawah yakni sekitar 90 persen. Sementara stadium 2 ke atas ke­mu­ngkinan sembuh berkisar 30 persen.

Pelayanan terapi radiasi juga dapat digunakan oleh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan asuransi. Namun, bila membayar biayanya puluhan juta rupiah.

“Dengan adanya ruang radioterapi, biaya pengobatan kanker akan lebih murah, karena tak perlu lagi ke luar daerah. Selain itu bisa mengunakan kartu BPJS,” terang Suciati.

Kasi Sarana Penunjang Medik RSUD Ulin, Kartika menambahkan, ruang radioterapi memiliki tiga alat utama yaitu alat terapi radiasi sinar X Cobalt 60, CT simulator, ruang planing treatment system.

Untuk tenaga kesehatan yang bertugas adalah empat profesi dokter spesialis onkologi radiasi, fisikawan medis yang bertugas memplanning penyinaran, Radiation therapist dan Perawat radiasi. “Sebenarnya ruang radioterapi ini sudah dibuka sejak awal Februari 2021 bahkan kita sudah melayani pasien sebanyak 50 orang,” katanya.

“Tujuan radioterapi adalah untuk mem­bu­nuh sel-sel kanker, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker serta mencegah kambuhnya penyakit kanker,” kata Kartika.

Ditambahkannya, penderita kanker di Kalsel cukup signifikan, yakni sebanyak 2,4 jiwa per mil. Iwan Mulya dari PT Besindo selaku pihak ketiga penyedia alat terapi radiasi mengatakan pihaknya tergerak bekerjasama dengan RSUD Ulin, karena selama beberapa tahun terakhir tak ada terapi radiasi pe­nyembuhan kanker di Kalsel.

“Jadi selain faktor bisnis, kita juga lihat investasi ini dari segi kemanusiaan dan dalam rangka membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Iwan. vin/adpim/ani