loader image

Kemendag RI Peduli Korban Banjir di Kalsel

PENJABAT Gubernur Kalsel DR Safrizal ZA MSi saat menyampaikan keterangan pers, usai menyaksikan penyerahan bantuan kemanusian dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, di Banjarmasin.

BANJARMASIN – Kemen­terian Perdagangan (Kemendag) RI turut terpanggil meringankan beban masyarakat terdampak bencana alam banjir di Kali­mantan Selatan. Aksi sosial Kemendag RI itu sebagai langkah nyata cepat tanggap menangani dampak bencana di Indonesia.

Bantuan secara simbolis diserahkan Kepala Badan Penga­was Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Sidharta Utama kepada Kepala Dinas Per­dagangan Provinsi Kali­mantan Selatan, H Birhasani di Kantor Dinas Perdagangan Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (25/2).

Penyerahan bantuan kema­nusiaan tersebut disaksikan Pen­jabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Dr Safrizal ZA, MSi.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal mengatakan, bencana alam yang terjadi tidak hanya meng­hilang­kan tempat tinggal, tetapi bisa mer­e­nggut nyawa masyarakat. Peme­rintah Provinsi Kalsel telah mene­tapkan status tanggap darurat bencana banjir sejak 14 Januari 2021 hingga sekarang belum dicabut.

“Atas nama masyarakat Kalimantan Selatan, saya meng­ucapkan terima kasih dan meng­apresiasi Kementerian Perda­gangan atas bantuan yang diberikan untuk masyarakat terdampak bencana alam banjir di daerah ini,” ujarnya.

Bantuan yang diterima dari Kementerian Perdagangan akan segera disalurkan kepada masya­rakat yang membutuhkan. “Kami berharap bantuan ini dapat me­ringankan beban dan mem­berikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir,” kata Safrizal.

Sementara Kepala Bappebti, Sidharta Utama menyampaikan simpati atas musibah yang terjadi. “Melalui Kemendag Peduli, kami ingin berpartisipasi memberikan bantuan bagi masya­rakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Kalsel,” ujar Sidharta.

Ia menyebutkan, jumlah donasi yang disalurkan Kemen­dag Peduli di Kalsel yaitu 1.000 paket barang kebutuhan pokok (bapok) senilai Rp350 juta.

Setiap paket berisi 10 kg beras, 2 kg gula pasir, 2 kotak teh berisi 50 saset, 20 bungkus mi instan, 2 botol kecap, 1 botol saus sambal, 2 kaleng sarden, 24 saset kopi, 1 lembar kain sarung dan 1 botol hand sanitizer.

Selain itu, diberikan donasi senilai Rp15 juta bagi pengelola Gudang SRG Mandastana di Kabupaten Barito Kuala (Batola) untuk pengeringan gabah hasil petani yang terkena banjir dan bantuan tenda sebanyak 20 unit untuk Dinas Perdagangan Kabu­paten Hulu Sungai Tengah (HST).

Bagi Kemendag, lanjut Shidarta, tugas utama jaja­rannya adalah memastikan produsen, pedagang dan kon­sumen menga­lami dampak semi­nimal mungkin dari ben­cana ini, terutama kelangkaan barang atau kenaikan harga bahan pokok terhambat jalur distribusinya, apalagi dari laporan Dinas Perdagangan Kalsel terdapat 17 pasar rakyat saat banjir tidak beroperasi.

Kemendag berusaha untuk memberikan fasilitas dan duku­ngan kepada seluruh pihak agar kondisi yang sulit ini dapat dihadapi bersama.

Aksi “Kemendag Peduli” merupakan inisiasi dari para pegawai Kementerian Per­da­gangan dan elemen masyarakat lainnya seperti pelaku usaha dan asosiasi.

“Saya berharap pemberian bantuan berupa bapok juga merupakan instruksi langsung Menteri Perdagangan, guna segera meringankan beban bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah di Indonesia,” kata Sidharta. rny/adpim/ani