loader image

Potensi Kehilangan Lahan Sawah Mencapai 90 Ribu Ha per Tahun

JAKARTA – Direktur Pengendalian Hak Ta­nah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wi­la­yah Tertentu Kementerian ATR BPN As­na­wati mengatakan, Indonesia ber­po­ten­si kehilangan lahan sawah hingga 90 ri­bu hektare per tahun.

Hal itu tercermin dari jumlah alih fungsi lahan sawah ke nonsawah yang m­men­­capai kurang lebih 150 ribu hektar per ta­hun, sementara pencetakan sawah baru rata-rata masih 60 ribu hektare per tahun.

“Artinya, cetak sawah baru jika di­san­dingkan dengan alih fungsi lahan sa­wah ke non sawah yang terjadi ini masih ja­uh dari kata seimbang,” ujar Asnawati da­lam PPTR Expo secara virtual, Senin.

Padahal, jika melihat prediksi jumlah pen­du­duk tahun 2025, terjadi laju per­tum­buhan hingga 4,54 juta per tahun. Per 2025, jumlah penduduk Indonesia d­i­per­ki­rakan mencapai 298 juta.

Dengan meningkatnya jumlah pe­n­du­duk, maka prediksi total kebutuhan beras hi­ng­ga tahun 2025 mencapai 71 juta ton (ga­bah kering).

Sementara, produksi gabah kering hi­ng­ga tahun 2020 masih berada di kisaran 53 juta ton. Lanjut Asnawati, kondisi ini ten­tu akan menimbulkan kerentanan ter­ha­dap ketahanan pangan nasional.

“Oleh karenanya, dibutuhkan kegiatan pe­ng­endalian alih fungsi lahan sawah dan ha­rus mendapat perhatian pemerintah, da­lam hal ini kami sebagai perpanjangan ta­ng­annya yaitu dari Direktorat Jenderal Pe­ng­endalian dan Penertiban Tanah dan Ru­ang,” ujarnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyebutkan se­jum­lah kendala terkait Program Sawah Abadi. Sa­lah satunya adalah masalah peralihan fu­ng­si sawah menjadi kegunaan lainnya se­be­lum menjadi sawah abadi.

Untuk itu Kementerian ART fokus un­tuk melakukan penguncian kepada sawah abadi. Dalam hal ini, pemerintah daerah di­haruskan melampirkan peta sebaran sa­wah abadi, dari sebelumnya ada berupa data kuantitas.

“Sekarang kita fokuskan dulu sawah aba­di. Bagaimana cara mengunci, di­ma­suk­kan ke dalam RTRW (Rencana Tata Ru­ang Wilayah) dalam tata ruang,” ujar Sof­yan dalam Indonesia Outlook I Ke­ba­ng­kitan Ekonomi Nasional Melalui In­o­vasi, Pangan, dan Reforma Agraria. lp6/mb06