loader image

Masyarakat Diminta Mulai Gerakan Tanam Cabai

JAKARTA – Pemerintah me­la­lui Kementerian Pertanian (Ke­men­tan) menyatakan akan m­e­mu­lai gerakan tanam cabai sebagai an­ti­sipasi penurunan produksi aki­bat bencana banjir di sejumlah dae­rah. Direktur Sayuran dan Ta­na­man Obat, Direktorat Jenderal Hor­tikultura, Kementerian Per­ta­ni­an, Tommy Nugraha, me­ng­at­akan, pengembangan kawasan ca­bai ditargetkan seluas 5.000 hek­tare.

Menurutnya, lokasi pe­na­nam­an akan dilakukan di seluruh sen­tra produksi cabai Indonesia. “Se­mua persiapan sudah dila­ku­kan,” kata Tommy Selasa (23/2).

Kendati demikian, Tommy en­jelaskan, gerakan tanam itu ten­tunya membutuhkan waktu hi­ng­ga panen. Diperkirakan waktu ya­ng diperlukan sekitar dua bu­lan. “Yang penting kami lakukan so­lusi daripada tidak sama se­ka­li,” ujarnya.

Sebelumnya, ia mengatakan, ber­dasarkan informasi dari para pe­tani cabai, sejumlah sentra me­mang mengalami kebanjiran aki­bat curah hujan tinggi beberapa ha­ri terakhir.

Bencana banjir secara la­ng­sung menganggu kegiatan pro­duk­si cabai. “Kendala banjir ter­jadi hampir merata di sentra-sen­tra cabai. Rata-rata sentra ke­ban­yakan di Jawa. Otomatis sedikit me­nganggu harga,” kata Tommy.

Ia mengatakan, cabai ter­ma­suk tanaman yang terus ber­pro­duk­si sepanjang tahun. Tommy men­jelaskan, beberapa lokasi ben­cana banjir saat ini diketahui me­landa kawasan sentra cabai ya­ng siap melakukan panen.

Meski demikian, pihaknya bel­um dapat menjelaskan lebih de­tail mengenai dampak pe­nu­run­an produksi cabai akibat ban­jir yang terjadi. Ia mengatakan, pa­ra petugas lapangan masih fo­kus menangani banjisembari me­la­kukan pencatatan dan peng­hi­tu­ng­an kawasan cabai yang te­ren­dam.

Selain menganggu produksi, ke­gi­atan transportasi cabai dari sen­tra ke pusat-pusat kota juga me­ng­alami gangguan. Alhasil, alur distribusi barang mengalami ga­ng­guan dan keterlambatan. Hal itu tentunya berdampak pada mi­ni­mnya pasokan yang masuk ke pasar ritel.

“Hujan dan banjir tidak han­ya mempengaruhi produksi, bah­kan juga transportasi yang me­ng­alami kendala,” kata dia. rep/mb06