loader image

Langkanya Gas Melon Terindikasi Ada Permainan

H HARRY WIJAYA

BANJARMASIN – Warga Banjarmasin sekarang menge­luhkan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Sebab, kalaupun tersedia, harganya melonjak lebih harga eceran tertinggi (HET) yakni mencapai harga Rp 50 ribu per tabung di tingkat eceran

Ketua DPRD Banjarmasin H Harry Wijaya mengatakan, dengan adanya informasi itu, secara pribadi dirinya ikut prihatin, dan pihaknya akan segera mengkomunikasikan dengan Komisi II DPRD Kota Banjarmasin.

Ia berharap digelar rapat dengar pendapat dengan instansi dan pihak terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Industri, PT Pertamina dan Hiswana Migas, untuk menyikapi kelangkaan dan mahalnya gas elpiji ukuran 3 kg tersebut.

“Saya perintahkan komisi II segera menyikapi kelangkaan gas tersebut, mudahan langkah cepat menanggulangi gas melon langka,” ujarnya H Herry kepada wartawan di ruang kerjanya.

Ditegaskan Harry, di balik kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg yang selalu terjadi, pasca­anjir dan di masa pandemi Covid-19 ini, ia menduga ada oknum yang mem­per­mainkan harga gas, yang di­khu­suskan untuk warga miskin tersebut.

Menurutnya, untuk memi­nimalisir permainan tersebut, harus ada kebijakan yang tegas dalam mengatasi kelangkaan gas dan tetap sinergi dengan aturan pusat.

Selain itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) me­minta pihak terkait, rutin mela­kukan operasi pasar yang meng­akomodir seluruh kecamatan di Kota Banjarmasin.

“Selain melakukan operasi pasar pemerintah kota juga harus mener­tibkan pemakai gas elpiji 3 kg yang bukan pene­rima,” tegasnya. edo