loader image

Warga Temukan Amunisi Mortir

LURAH Basirih Selatan HM Masrani SAp bersama penemu peluru mortir, Muhadi, memperlihatkan amunisi mortir. mb/ist

BANJARMASIN – Warga Jalan Rajawali RT 13 Bumi Lingkar Basirih Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, menemukan amunisi mortir yang diduga peninggalan Belanda.

Amunisi mortir tersebut ditemukan Ketua RT 13 di lokasi itu, Muhadi, ketika sedang menguruk atau meninggikan halaman ru­mah­nya, sekitar pukul 11.30 Wita.

Lurah Basirih Selatan HM Masrani SAp kepada wartawan mengatakan, amunisi mortir itu ditemukan Muhadi dari tumpukan tanah yang dibelinya dari Jalan Japri Zamzam, Banjarmasin Barat.

Masrani menjelaskan, tanah yang dibeli Muhadi itu, berasal dari urukan normalisasi sungai di Jalan Japri Zamzam. “Banyak warga di sekitar TKP memanfaat temuan amunisi mortir itu untuk berselfie,” jelas Masrani.

Namun, karena benda berbahaya itu makin ramai jadi tontonan warga, Muhadi kemudian membawanya ke Kantor Kelurahan Basirih Selatan.

Selanjutnya, pihak Kelurahan melaporkan temuan benda berbahaya itu ke Mako Polsek Banjarmasin Selatan. Tak lama kemudian, petugas kepolisian mengamankan amunisi yang biasa digunakan dengan cara dilontarkan menggunakan mortir tersebut.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Yopie Andri Haryono SSos di konfirmasi membenarkan adanya temuan amunisi mortir, yang diduga peninggalan zaman penjajahan Belanda.

Petugas sempat melakukan pengecekan selama satu jam dengan merendam peluru mortar itu menggunakan air garam, dan tidak menimbulkan reaksi.

Namun, demi keamanan peluru mortir itu kemudian diamankan kepolisian setelah mendapatan petunjuk dari Kapolresta Ban­jarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM. sam