loader image

Warga Pengambangan Tak Lagi Terisolir

BANJARMASIN – Akses warga Pengambangan, Keca­matan Banjarmasin Timur untuk berinteraksi kini sudah terhu­bung. Sebelumnya, mereka sempat terisolir dari kota lantaran beberapa titian ulin rusak, pasca-banjir melanda Banjarmasin aki­bat meluapnya Sungai Martapura.

Warga Pengembangan, Ismi­yati mengucapkan terima kasih kepada mantan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang telah turun tangan dalam penanganan pasca-banjir, melalui anggota DPRD Kalsel asal PDIP, HM Rosehan Noor Bachri.

“Alhamdulillah, saat ini, kami bisa kembali beraktivitas dengan dibuatnya titian ulin. Bahkan, anak-anak pun bisa bermain kembali,” ucap Iis, sa­paan warga Pengambangan, saat menikmati titian ulin yang telah rampung sejak Minggu (21/2.

Menurut dia, saat banjir, akses jalan itu tersapu banjir, karena persis berada di bantaran Sungai Martapura, sehingga aktivitas keseharian warga pun menjadi terganggu.

Dengan rampungnya titian ulin yang dibangun dari donasi Sahbirin Noor dan Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta digarap gotong royong, bisa digunakan warga.

Sebelumnya, Ismiyati dan warga Pengambangan bersua dengan HM Rosehan NB, saat reses pada Kamis (4/21) lalu, titian ulin yang digarap warga, sempat tak rampung. Begitu diperjuangkan Rosehan, kini titian ulin sepanjang 150 meter itu pun telah selesai, dan menjadi akses bagi warga bantaran sungai ini.

Anggota DPRD Kalsel asal PDIP, HM Rosehan Noor Bachri mengungkapkan, dulunya akses Jalan Pengambangan itu bisa dilewati mobil atau roda empat, namun akibat terus tergerus Sungai Martapura, akhirnya terkikis dan makin menghilang.

“Memang, pernah dibikin siring, sehingga jalan itu bisa digunakan, namun usai banjir yang melanda Banjarmasin, akses jalan ini pun terendam. Hingga jalan pun terus ber­kurang, makanya akhirnya di­bangun titian ulin sebagai gan­tinya,” kata mantan Wakil Gubernur Kalsel ini, Senin (22/2).

Menurut Rosehan, akses warga Pengambangan RT 9, 10 dan 28 sangat mudah, hingga ke ruas Jalan Pangeran Hida­yatullah. Namun, akibat banjir, semua menjadi terputus.

“Makanya, saat saya reses ke sana, saya ambil foto dan video, ternyata direspons Paman Birin (Sahbirin Noor) dan H Supian HK untuk membantu membeli kayu uin dan bersama mengerjakan titian ulin bergotong royong,” kata Rosehan.

Bagi Rosehan, Kampung Pengambangan merupakan kam­pung halamannya, karena orang­tuanya, HM Taher dulunya ada­lah Pembakal (Lurah) setempat.

“Jadi, secara emosional dan historis, saya terikat dengan Kampung Pengambangan. Saya atas nama warga Pengam­bangan, mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Paman Birin dan Supian HK, sehingga titian ulin bisa terbangun dan digunakan warga untuk akses jalan,” tutur Rosehan. jjr