loader image

PT STC Sebut Ada Aliran Air Lain Masuk ke Sungai di Desa Sungup

TAMBANG-Kegiatan penambangan di Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulau laut Tengah, Kotabaru, jelas terlihat dari jalan nasional berjarak hanya ratusan meter.

KOTABARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah memanggil pihak perusahaan, untuk diminta penjelasan terkait keruhnya air sungai dan terganggunya sumber air baku warga di empat RT di Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kotabaru.

Pemanggilan pihak PT Sebuku Tanjung Coal (STC), Selasa lalu oleh DLH Kotabaru, menyusul keresahan warga yang mengeluhkan air keruh diduga terkontaminasi kegiatan penambangan dilakukan PT Hilcon subkontrak PT STC.

Head Exsternal Affair PT STC E Herberth Sitinjak saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya sudah memenuhi panggilan dan memberikan penjelasan terkait keresahan warga.

Namun Herberth membantah penyebab kekeruhan sumber air baku warga dan kekeruhan air di sungai, akibat kegiatan tambang batu bara.

“Ada aliran air lain dan masuk ke sungai, bukan karena kegiatan tambang. Kami sudah pantau itu pakai drone (pantauan udara),” jelas Herberth kepada wartawan.

Selain itu, tambah Herberth, pihaknya sudah mengambil sampel air dan membawanya ke labora­torium. Hasilnya masih standar baku mutu.

Apa saja poin-poin hasil peme­riksaan sampel. Herbert yang saat itu didampingi dua orang karyawan, belum merincikan dengan alasan ada dapartement khusus akan menjelaskan.

“Pas kebetulan lagi cuti. Karena di sini (perusahaan) ada beberapa departement (bidang masing-masing),” ujarnya.

Masih mengumpulkan data-data akan disampaikan ke DLH, selain memberikan penjelasan kepada media. “Rencana kami juga mengundang rekan-rekan media,” ucapnya.

Terpisah, terkait keluhan warga mengenai air bersih. Perusahaan setiap hari sudah menyuplai air bersih melalui tong-tong yang disiapkan di beberapa tempat.

Selain proses pembangunan DAM (daerah tangkapan air bersih) di RT 3, sekarang pembangunan mencapai 80 persen.

Kepala Desa Selaru, Junaidi mengakui pihak perusahaan menjan­jikan bantuan mesin pompa untuk pengo­perasian sumur bor dibuat desa sebelum ada kegiatan tambang.­”Rencananya perusahaan akan bantu mesin pom­panya,” ujar Junaidi. (bet/mb03)