loader image

Penyandera Gadis Ditembak Mati

Kombes Pol Mochamad Rifai

BANJARMASIN – Anggota Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terpaksa menembak mati se­ora­ng ­pria, pelaku penyanderaan seorang gadis yang juga merupakan buron kasus persetubuhan anak di bawah umur.

“Pelaku berinisial SA (45) terpaksa dilumpuhkan, karena melakukan penyanderaan seorang anak menggunakan senjata api, bahkan menembak petugas,” terang Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifai di Ban­jarmasin, Senin (22/2).

Aksi penyanderaan gadis berusia 15 tahun itu ber­la­ng­sung di rumah korban, di Kabupaten HSU pada Minggu (21/2) malam.

Pelaku merupakan buron kasus persetubuhan anak di bawah umur yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres HSU sejak setahun lalu. Dia datang ke rumah korban membawa dua senjata api rakitan disertai amunisi kaliber 22 milimeter, dan dua senjata tajam untuk melakukan pengancaman kepada orangtua dan korban.

Atas perintah Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan, Tim Buser Polres HSU dan Anggota Polsek Amuntai Utara yang menerima laporan, dengan cepat mendatangi lokasi dan melakukan negosiasi kepada pelaku yang sedang merangkul korban sambil menodongkan senjata api.

Namun, negosiasi yang ber­langsung selama lima jam tak berbuah kesepakatan. Bahkan, pada pukul 02.20 Wita Senin dini hari, pelaku melakukan penembakan terhadap negosiator.

Polisi pun sigap me­lum­puhkan tersangka dengan melakukan penembakan, serta mengamankan korban dan keluarganya.

“Pelaku sempat dibawa ke RSUD Pembalah Batung, oleh tim dokter menyatakan bahwa tersangka telah meninggal dunia,” jelas Rifai.

Barang bukti dua senjata api rakitan beserta amunisi, serta dua bilah senjata tajam milik pelaku telah diamankan oleh Satuan Reskrim Polres HSU. ant/yos