loader image

Kalsel Siapkan Vaksinasi Mobile

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, DR Safrizal ZA saat mengikuti rapat bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin secara virtual, di Command Center Banjarbaru, terkait vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (Nakes)

BANJARBARU – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, DR Safrizal ZA meng­ungkapkan sampai saat ini pemberian vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan (Nakes) di Provinsi Kalimantan Selatan sudah mencapai 77 persen.

“Pemberian vaksinasi Co­vid-19 terhadap tenaga kes­ehatan di Kalsel sudah mencapai 77 persen,” ujarnya usai mengikuti rapat bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin secara virtual, di Command Center Banjarbaru, Senin (22/) siang.

Pada rapat bersama Menteri Kesehatan itu, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal antara lain didampingi Kepala Dinas Kese­hatan Provinsi Kalsel, HM Muslim dan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kal­sel, Mujiyat.

Safrizal mengatakan, untuk vaksinasi tenaga kesehatan mencapai 77 persen, ada be­berapa Kabupaten/Kota di Kalsel yang belum selesai, kita akan berkoordinasi dengan para Bupati/Wali Kota untuk per­cepatan vaksinasi.

Untuk pemberian vaksin, kata Safrizal, Pemprov Kalsel tengah menyusun strategi agar bisa memenuhi target yang diberikan seperti vaksinasi secara mobile untuk menjangkau daerah ter­isolir, kemudian menggelar vaksiasi secara massal.

“Kita atur strateginya, kita akan mengirim mobil ke daerah-daerah, kemudian vaksinasi di kawasan perkantoran agar target 1 juta penerima vaksin setiap hari se Indonesia bisa tercapai,” sebutnya.

Diharapkan vaksinasi bagi Nakes selesai tepat waktu se­hingga bisa dilanjutkan pemberian vaksinasi terhadap sasaran berikutnya yaitu Lansia dan petugas publik.

Disisi lain, untuk menekan penyebaran Covid-19 di ling­kungan aparatur sipil negara (ASN), Safrizal telah me­ner­bitkan surat edaran yang mewa­jibkan swab antigen pada setiap kegiatan pemerintahan yang mengumpulkan orang banyak.

Terkait, Penerapan Pem­batasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalsel, Safrizal akan memperpanjang masa penerapanya. Kebijakan ter­sebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021 tentang Per­panjangan PPKM.

“Sekarang sudah ada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021, Kita juga akan menuju ke situ walaupun kita bukan daerah Jawa dan Bali, misalnya daerah yang di desanya berada di zona merah,” katanya.

Dia menjelaskan, kebi­jakan tersebut akan dilarang mengumpulkan orang banyak, kalau tempat ibadah jaga jarak dan jumlah orangnya dibatasi.

Safrizal mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mene­rapkan protokol kesehatan (prokes) seperti menggunakan masker, menjaga jarak, men­cuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas atau tetap di rumah saja. syh/ani