loader image

5 Penyakit yang Sering Terjadi Akibat Banjir

Hujan deras yang me­ngguyur wilayah Jakarta b­eberapa hari terakhir me­nye­babkan banjir di sejumlah titik. Meski luapan air di sebagian area sudah surut, namun banyak dampak yang di­tim­bulkan, salah satunya penyakit.

Mereka yang terkena dampak banjir berisiko terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui air yang tercemar. Banjir juga menjadi tempat perkembangbiakan utama nyamuk, yang juga menularkan banyak penyakit yang ditularkan melalui vektor.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada lima penyakit atau gangguan kesehatan khususnya yang patut diwaspadai saat banjir.

1. Malaria

Malaria adalah penyakit infeksi yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

Malaria menyebabkan gejala yang biasanya meliputi demam, kelelahan, muntah, dan sakit kepala. Dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kulit kuning, kejang, koma atau kematian.

Menurut data WHO, pada tahun 1991 gempa bumi dan banjir susulan di wilayah Atlantik Kosta Rika dan banjir di Republik Dominika pada tahun 2004 menyebabkan wabah malaria.

Risiko penyakit dapat dikurangi dengan mencegah gigitan nyamuk melalui penggunaan kelambu dan pengusir serangga, atau melalui tindakan pengendalian nyamuk seperti penyemprotan in­sek­ti­si­da dan menguras genangan air.

2. Demam berdarah

Demam berdarah adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk yang disebabkan oleh virus dengue, yang dapat menyebabkan penyakit mirip flu yang parah, terkadang menyebabkan komplikasi yang berpotensi mematikan yang disebut dengue parah. Virus ini umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Penyebaran virus dengue mengakibatkan viremia, yang menunjukkan tingginya tingkat virus dalam aliran darah. Demam berdarah parah dapat mengancam jiwa dalam beberapa jam dan sering kali membutuhkan rawat inap.

Gejala DBD yang paling umum adalah demam disertai mual, muntah, ruam dan nyeri serta nyeri pada mata, otot, persendian atau tulang. Penggunaan pengusir serangga dianjurkan untuk menghindari gigitan nyamuk.

3. Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi hati yang sangat menular yang disebabkan oleh Hepatovirus A (HAV). Virus ini ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Gejala hepatitis A termasuk demam, malaise, kehilangan nafsu makan, diare, mual, perut tidak nyaman, urin berwarna gelap dan penyakit kuning (kulit menguning dan mata putih).

Sanitasi yang lebih baik, keamanan pangan dan imunisasi dapat mencegah penyakit. Praktik kebersihan pribadi seperti mencuci tangan secara teratur sebelum makan dan setelah pergi ke kamar mandi juga efektif dalam memerangi hepatitis A.

4. Demam tifoid

Demam tifoid adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella Typhi. Begitu bakteri memasuki tubuh, ia berkembang biak dan menyebar ke aliran darah, menyebabkan gejala seperti demam ber­ke­pan­ja­ngan, kelelahan, sakit kepala, mual, sakit perut dan sembelit atau diare.

Demam tifoid dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani. Ini menyebar dengan makan makanan atau air minum yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi. Sanitasi yang buruk dan kebersihan yang buruk selama banjir dapat meningkatkan risiko wabah tifus.

Di samping vaksinasi tifus, minum air bersih dan sanitasi yang memadai serta kebersihan makanan yang dikonsumsi cukup efektif dalam mencegah demam tifoid. Sering mencuci tangan juga membantu mencegah penyakit ini.

5. Kolera

Kolera adalah penyakit diare menular akut yang disebabkan oleh konsumsi bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut menyebabkan diare berair yang parah, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan kematian dalam beberapa jam jika tidak diobati.

Kolera ditularkan dengan mengonsumsi makanan atau air minum yang terkontaminasi bakteri. Kurangnya akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang biasa terjadi pada saat banjir dapat meningkatkan penularan penyakit. Mirip dengan demam tifoid, kolera dapat dicegah dengan minum air bersih dan sanitasi yang memadai.

Seringkali, banjir membuat masyarakat kesulitan terhadap akses air bersih. Karenanya, pemerintah setempat diharapkan dapat memberikan bantuan berupa area pengungsian serta sanitasi yang bersih dan memadai.okz/ron