loader image

170 Program untuk Pulihkan Lingkungan Kalsel

ILUSTRASI kerusakan lingkungan akibat banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan. antara

BANJARMASIN – Direktur Jenderal Pengendalian Pence­maran dan Kerusakan Ling­kungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehu­tanan (KLHK) RM Karliansyah mengatakan, pihaknya telah men­yiapkan 170 program upaya pemu­lihan ling­kungan pasca­banjir di Kalimantan Selatan baik jangka pendek, menengah maupun panjang.

Hal itu disampaikan pada rapat tindak lanjut upaya pemu­lihan lingkungan pascabanjir di Kalsel bersama Penjabat Gu­bernur Kalsel Dr Syafrizal dan jajaran terkait lainnya di Ban­jarbaru Senin.

Menurut Karliansyah, dari 170 program tersebut, sebanyak 113 program merupakan program jangka pendek yang akan dilak­sanakan dalam waktu satu tahun, 43 program jangka menengah dan 14 program jangka panjang atau dikerjakan selama lima tahun.

“Kita hari ini akan mene­tapkan bersama perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kal­sel untuk luasan lahan yang harus dibenahi atau diperbaiki di da­e­rah masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan tersebut dia menegaskan tentang pentingnya kolaborasi dan komitmen ber­sama dalam upaya pemulihan lingkungan dari aktivitas per­tambangan maupun perkebunan.

Karliansyah mengharapkan komitmen dari perusahaan untuk memperbaiki atau membenahi lingkungan di daerah masing-masing,terutama reklamasi pascatambang.

Penjabat Gubernur Kalsel Syafrizal mengatakan, kolaborasi, komitmen, dan persamaan per­sepsi dari semua pihak dalam membangun lingkungan meru­pakan strategi efektif dalam upaya pemulihan lingkungan pasca banjir.

“Pertemuan dan koordinasi ini merupakan upaya untuk mencegah terjadi banjir akibat dari aktivitas pertambangan maupun perkebunan,” katanya.

Syafrizal menambahkan, membangun lingkungan butuh waktu, kolaborasi, dan kesamaan persepsi dari semua pihak, baik itu pemerintah, perusahaan, dan pihak lainnya.

“Keseimbangan antara eks­ploitasi dan konservasi sangatlah penting.Kita tidak mungkin menghentikan aktivitas pertam­bangan maupun perkebunan, tetapi bagaimana kita bisa terus berupaya dan berkontribusi untuk lingkungan,” tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Ke­men­dagri berharap, dengan kehadiran Dirjen (PPKL) Kemen­terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diharapkan mem­berikan sumbangsih pemikiran dan langkah nyata mengatasi permasalahan lingkungan, dalam pencegahan banjir di masa yang akan datang. rls/hpr