loader image

Pj Gubernur Ajak Sukseskan Vaksinasi Covid 19

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA saat divaksin Covid-19

BANJARMASIN – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Dr Safrizal ZA, MSi melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Sabtu (19/2) pagi.

Kunjungan, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ke rumah sakit terbesar di Kalimantan Selatan itu memiliki misi khusus ingin memastikan pelayanan vak­sinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (Nakes) berjalan sesuai harapan.

“Alhamdullah saya juga tadi juga diberikan vaksin covid 19 oleh Tim medis RSUD Ulin. Cukup butuh waktu singkat tidak ada sesuatu dikhawatirkan, semua berjalan lancar,” terang Safrizal.

Safrizal mengajak semua elemen masyarakat di Kalsel untuk saling bergotong royong mensukseskan program vak­sinasi Covid.

Pemberian vaksin covid, lanjutnya, tahap awal di­ber­laku­kan untuk tenaga kesehatan hingga akhir Februari. Kemudian dilanjutkan pada tahap tahap lanjutan, petugas pelayanan publik termasuk rekan pers.

Gubernur dalam ku­nj­ungan­nya juga menyempatkan berdialog dengan tenaga medis, perawat dan pengunjung rumah sakit.

Safrizal juga memberikan motivasi sekaligus menaruh harapan besar kepada pihak rumah sakit untuk tetap meningkat pelayanan terbaik.

Sejumlah pejabat Pemprov Kalsel turut mendampingi Pen­jabat Gubernur antara lain Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HM Muslim, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati bersama jajaran.

“Bagi masyarakat Kalsel khususnya untuk keselamatan dan kepentingan kita bersama agar nantinya tidak takut untuk di vaksin. Vaksin ini aman, tidak seperti banyaknya kabar hoax yang beredar di masyarakat yang mengatakan vaksin berbahaya. Dan untuk pihak RSUD Ulin saya harapkan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HM Muslim mengatakan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada Tenaga Kese­hatan (Nakes) di Kalsel sudah mencapai 65,72 persen.

“Capaian progres vaksin di Kalsel telah mencapai 65,72 persen dan pemberian vaksin tersebut dinilai berjalan cukup lancar,” katanya.

Menurut Muslim, capaian vaksinasi selama dua bulan masih sekitar itu, ada beberapa yang tertunda dan diminta kembali untuk divaksinasi karena kriteria untuk melakukan vaksin belum bisa.

Seperti ada penyakit hiper­tensi, akhirnya ditunda dulu. Misalkan ada penyakit komorbid, sepanjang tidak ada komplikasi akut boleh dilakukan vaksinasi, ibu menyusui juga boleh dan orang yang pernah atau sembuh covid setelah tiga bulan lalu juga dapat diberikan.

“Kriterianya semakin longgar, mengingat fakta dari para ahli bahwa vaksin yang ada menunjukan bagus kemam­puan­n­ya,” ungkapnya.

Muslim berharap proses vaksinasi selanjutnya dapat diselesaikan tepat waktu. Apalagi vaksinasi dilakukan tanpa libur.

“Diharapkan vaksinasi bagi Nakes selesai tepat waktu sehingga bisa dilanjutkan pem­berian vaksinasi terhadap sasaran berikutnya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Muslim menyampaikan pada bulan Maret mendatang, proses vaksinasi masuk kepada tahap sasaran berikutnya setelah nakes dan penunjang kesehatan lainnya.

“Nanti masuk ke lanjut usia (Lansia) dan petugas publik lainnya seperti aparatur sipil negara (ASN), TNI, Ke­polisian dan berbagai kelom­pok yang memberikan pela­yanan pada masyarakat,” tutupnya. adpim/ani