loader image

Pelanggar Asusila Diberi Sanksi Syariah

PELAIHARI – Beberapa anak muda terlihat sedang men­da­pat­kan hukuman membersihkan ha­laman mushola di lingkungan Kan­tor Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.

Kabid Penegakkan Pe­run­dang-Undangan Daerah pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut (Tala), Masani, di Pe­­laihari, Rabu (17/2) men­je­las­kan anak muda tersebut mendapat sank­si syariah, karena telah me­la­kukan tindakan asusila apalagi perbuatan tersebut di­la­ku­kan di Ruang Terbuka Hijau Kijang Mas Pelaihari.

“Laki-laki dan perempuan berpelukan, perempuannya ma­buk dan tiga temannya juga mabuk,” jelasnya.

Pelanggaran tersebut, kata Ma­sani, termasuk dalam pe­lang­ga­ran Perda No 7 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pasal 39 Ayat 1 Perbuatan Asusila.

Berhubung perilaku tersebut me­rupakan pelanggaran per­ta­ma kali, maka diberikan sanksi sya­riah berupa konseling dan nasehat agama. Selain itu hukuman lain juga diberikan seperti membersihkan fasilitas umum dan hukuman fisik se­perti push-up.

Sampai 17 Februari 2021 sudah tercatat ada 14 pe­la­ng­garan tindakan asusila yang di­tertibkan.

Para pelanggar ke­ba­nya­kan berasal dari luar daerah yang sedang ber­kun­jung di Kota Pelaihari.

“Paling banyak pe­lang­ga­ran di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas, Taman Mina Tirta dan Taman Kijang Kencana Pelaihari,” tuturnya.

Masani turut me­ngi­ngat­kan para pengunjung Kota Pe­laihari agar tidak lagi me­la­kukan tindakan asusila, karena adanya sanksi yang sesuai dari Peraturan Daerah Tanah Laut. ris/ani