loader image

Dewan Siap Kawal Normalisasi Sungai

D:\WEBSITE & ARSIP Mata Banua\Febuari\10 Februari 2021\5\WB\Muhammad Isnaini.jpeg
MUHAMMAD ISNAINI

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin siap jadi barisan terdepan, dalam mengawal program normalisasi sungai yang kini digencarkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini mengatakan, kebijakan menor­ma­lisasi sungai dengan cara mem­bongkar bangunan yang dianggap menghalangi aliran air, berdampak signifikan mengatasi genangan.

Bahkan, banjir yang sebe­lumnya sempat melanda sebagian wilayah Kota Seribu Sungai ini, tepatnya awal Januari hingga awal Februari 2021 kemarin, ber­angsur pulih.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjar­masin, setidaknya ada 181 titik bangunan yang menghambat aliran air di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dan 30 titik bangunan di sepanjang Jalan Veteran.

“Secara bertahap, Pemko melakukan normalissi, dan yang sudah dilakukan pem­bongkaran seperti di simpang tiga Pasar Kuripan, depan Jalan Pandu, Aliran Sungai Guring (samping jembatan fly over), serta beberapa titik lainnya,” katanya, Selasa (8/2).

Menurut politisi Partai Gerindra ini, pihaknya meng­apresiasi kebijakan yang diambil Pemko dalam hal penanggungan dan penanganan banjir. Sebab, dampak dari kebijakan itu sudah sangat dirasakan masyarakat.

“Setelah program normalisasi ini gencar digalakkan pemerintah, hasilnya dapat dilihat sendiri. Beberapa wilayah yang masih tergenang banjir, dengan cepat surut. Kita sangat mengapresiasi kebijakan ini,” ujarnya.

Muhammad Isnaini mene­gaskan, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala. Misalnya lokasi peng­ganti lahan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) depan Pasar Kuripan, menyebabkan normalisasi Sungai Kuripan tembus Sungai Veteran, jadi terhambat.

Baca juga :  Tarif Baru PCR Diberlakukan Awal November

“Padahal, sejumlah ba­ngunan seperti pos polisi, beberapa kios, hingga Pos PMK Sangga Lima, sudah dilakukan pembongkaran. Selanjutnya, bangunan lainnya juga akan dibongkar, agar tidak ada lagi yang menghambat aliran air,” tegasnya.

Terkait adanya keluhan soal keberpihakan Pemko dalam pembongkaran bangunan, Is­naini menegaskan, dewan siap bereaksi jika terjadi tebang pilih dalam membongkar bangunan yang menghalangi aliran air.

Ia menilai, sejauh ini Pemko bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Artinya, semua bangunan yang menghalangi sungai tetap akan dibongkar. Hanya saja tidak bisa sekaligus, bertahap dan mengutamakan skala prioriotas.

“Kalau Pemko tebang pilih dalam membongkar banguan yang jelas-jelas menghalangi aliran air atau berdiri di atas sungai, saya pas­tikan dewan akan jadi garda terdepan menga­wal hal ini. Sebab, kita tidak ingin menjadi preseden buruk bagi kota Banjarmasin,” tegasnya.­ edo