loader image

Oprit Jebol, Jalan Nasional Terputus

D:\WEBSITE\15012021\1\WB\HL\WhatsApp Image 2021-01-14 at 16.22.33.jpeg
TERPUTUS – Oprit jembatan di Kecamatan Mataramn Kabupaten Banjar jebol akibat terjangan banjir, Kamis (14/1). Ini, membuat ruas jalan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan yang menghubungkan antarkabupaten dan kota terputus. istimewa

MARTAPURA – Ruas jalan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan yang menghubungkan antarkabupaten dan kota putus diterjang banjir, setelah oprit jembatan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar terputus sejak Kamis pagi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Mokhammad Hilman di Martapura, Kamis mengatakan, kerusakan bukan terjadi pada badan jembatan di titik ruas Jalan A Yani Km 55 itu tetapi hanya pada oprit jembatan.

“Benar jalan nasional tepatnya di Jalan A Yani km 55.500 Kecamatan Mataraman terputus karena oprit Jembatan Sungai Salim yang rusak tergerus air,” ujarnya dihubungi saat meninjau lokasi.

Menurut Hilman yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Banjar itu, pihaknya berupaya untuk memulihkan kondisi jalan nasional penghubung kabupaten kota itu.

Diketahui, jalan itu merupakan akses utama dari Kota Banjarmasin menuju kawasan Hulu Sungai di Kalsel seperti Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.

“Kami sudah mengkoordinasikan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banjarmasin untuk segera memulihkan dengan memasang sheet file di jalan sehingga bisa dilintasi untuk sementara,” ucapnya.

Dikatakan, saat ini tindakan darurat penanganan terus dilakukan agar jalan nasional yang menjadi akses utama antarkabupaten dan kota itu dilintasi terutama sebagai jalur evakuasi dan mobilisasi logistik.

“Kendalanya, trailler terjebak banjir di beberapa tempat sehingga tidak bisa memobilisasi dari Gudang PU Projakal di Banjarbaru. Namun sudah bisa diatasi trailler milik Pemkab Banjar untuk mengangkut material ke lokasi jembatan,” katanya.

Akibat jebolnya oprit jembatan Mataraman, Pemkab Tapin berkoordinasi dengan pihak perusahaan tambang batu bara membuka jalur alternatif untuk lalu lintas kendaraan dari Hulu Sungai – Banjarmasin.

Kasat Lantas Polres Tapin, Iptu Guntur Setyo Pambudi, Kamis, mengatakan saat ini terdapat banyak lubang di jalur alternatif lintas tambang batu bara.

“Jalur alternatif sedang dilakukan perbaikan. Saat ini masih berlangsung koordinasi pengalihan arus lalu lintas,” ujarnya.

Kondisi jalur Trans Kalimantan di titik Marabahan – Margasari di Kabupaten Tapin yang belum diaspal sekitar 5 km memprihatinkan, banyak mobil yang terperangkap lumpur.

Oleh karenanya, armada angkutan batu bara PT. Talenta km. 71, PT Hasnur km 94 dan PT Binuang Mitra Bersama km 88 dibuka untuk umum.

Corporate Social Responsibility (CSR) PT Binuang Mitra Bersama, Mely membenarkan, jalan itu sudah diizinkan pimpinannya untuk digunakan sebagai jalan alternatif.

“Iya benar, informasi disampaikan langsung oleh pimpinan kami,” ujarnya.

Pihak kepolisian melalui Direktorat Lalulintas Polda Kalimantan juga langsung turun ke lapangan melakukan rekayasa arus lalulintas di wilayah tersebut. Para pengguna jalan diarahkan ke jalan alternatif.

Direktur Lalulintas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Maesa Soegriwo SIK bersama Kapolres Banjar, AKBP Melda Yanny SIK MH, PJU Dit Lantas Polda Kalsel dan Kepala Pengawasan Jalan Nasional Syaufi yang melakukan giat pengecekan arus lalu lintas di lokasi.

Maesa Soegriwo mengatakan, pihaknya berkoordinasi agar jembatan segera dilakukan perbaikan dengan penyambungan baja.

Pihaknya juga melakukan rekaya arus lalu lintas. Bagi masyarakat pengguna jalan yang akan berpergian menuju Kota Banjarmasin dari Hulu Sungai, dialihkan melewati Tapin-Batola.

Sebaliknya, masyarakat pengguna jalan yang datang dari Banjarnasin menuju Hulu Sungai, dialihkan menuju Kabupaten Batola-Tapin-Hulu Sungai. Saat ini, perbaikan jembatan sedang dilakukan, setelah material dari Banjarbaru tiba.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI segera menangani jembatan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar putus akibat banjir.

Menurut Sekda, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Jalan terkait upaya penanganan oprit jembatan yang terputus tersebut.

“Sejak pagi, petugas dari Balai Jalan telah berada di lokasi, rencananya untuk sementara akan dibangun jalan darurat yang bisa dilintasi oleh angkutan ringan maksimal enam ton,” katanya. ant/adi/sam/yos