loader image

Pemkab Banjar Bergerak Tangani Korban Banjir

LOGISTIK - BPBD Banjar bekerjasama dengan Dinsos Banjar mengepak bantuan logistik untuk disalurkan ke para korban terdampak banjir. mb/adi
LOGISTIK – BPBD Banjar bekerjasama dengan Dinsos Banjar mengepak bantuan logistik untuk disalurkan ke para korban terdampak banjir. mb/adi

MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar siap menyalurkan bantuan logistik tujuh kecamatan yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Banjar.

Tujuh kecamatan yang terendam banjir tersebut di antaranya Kecamatan Pengaron, Kecamatan, Astambul, Kecamatan Martapura Kota, Kecamatan Martapura Timur, Kecamatan Martapura Barat, Kecamatan Intan dab Kecamatan Sungai Tabuk.

Kepala Pelaksanan Harian BPBD Kabupaten Banjar HM Irwan Kumar mengatakan bahwa kondisi banjir ini, berkenaan dengan curah hujan tinggi serta kondisi ketinggian air di gunung daerah pengaron dan mengkauk juga meninggi.

“Sampai saat ini ada 7 kecamatan yang terdampak banjir dan kondisi air yang akan terus meninggi karena curah hujan yang tinggi hingga akhir Januari menurut informasi BMKG serta air yang berada di daerah pegunungan juga meninggi,”ungkap Irwan Kumar saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati, serta bagi masyarakat yang tidak bisa beraktivitas dan tidak bisa bekerja, bisa melaporkan kepada kepala desa untuk didata, agar disiapkan bantuan tersebut sesuai data yang diberikan oleh kepala desa.

Ditambahkannya, kalaupun harus dilakukan evakuasi, silakan aparat desa bergerak melakukan tindakan untuk evakuasi pertama ke tempat yang bisa dijadikan pengungsian.

Namun apabila di desa tersebut tidak ada tempat yang bisa dijadikan pengungsian, Pemkab Banjar telah menyiapkan tempat untuk pengungsian di Kantor Camat Martapura dan Stadion Demang Lehman akan disiapkan jika memang diperlukan.

Kalau dirasa darurat dan harus dievakuasi maka bisa melalui kepala desa untuk mendata jumlah warga yang terdampak banjir, setelah didata bisa dilaporkan ke BPBD.

“Agar bisa segera menyalurkan bantuan logistik dan aparat desa bisa bekerja sama dengan BPD untuk membangun dapur umum untuk keperluan konsumsi masyarakat terdampak banjir,”jelasnya.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan BPBD dan Dinas Sosial melakukan koordinasi akan membangun dapur umum di desa terdampak banjir, jika wilayahnya memungkinkan, namun dengan kondisi daerah banjir yang ada tidak mungkin mendirikan dapur umum.

Jadi rencananya dapur umum akan didirikan kantor camat, BPBD membackup logistiknya, di Dinas Sosial melalui Tagana memasak makanannya lalu dibungkus untuk didistribusikan ke masyarakat terdampak banjir.adi/rds