loader image

Bupati Hadiri Rakernas Bersama Menteri Pertanian

E:\ARSIP-WEBSITE-MATABANUA\13012021\tapin\--foto 01.jpg
RAPAT KERJA-Bupati Tapin HM Arifin Arpan MM beserta jajaran saat menghadiri rapat kerja nasional melalui aplikasi zoom meeting yang dibuka presiden RI Ir H Joko Widodo.{{herman}}

RANTAU,- Bupati Tapin HM Arifin Arpan MM beserta jajaran saat menghadiri rapat kerja nasional dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan pertanian dan pembahasan program kerja tahun 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian RI melalui aplikasi zoom meeting, di Aula Bappelitbang Tapin.

Dengan tema “Memperkuat peran sektor pertanian dalam menopang pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19”. Rakernas melalui aplikasi zoom meeting dibuka secara resmi oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo dan dihadiri Ketua komisi IV DPR RI, Menkeu, Menteri BUMN, Kepala BKPM dan mitra kementerian pertanian serta Menteri Pertanian dan jajaran.

Dikatakan Bupati Tapin, beberapa arahan Presiden RI melalui Kementerian Pertanian dalam rakernas ialah terkait arah pembangunan dalam meningkatkan produktifitas beserta program pendukung lainnya dan diversifikasi pangan.

“Setiap daerah harus ada pangan lokal yang dikembangkan,” kata Bupati menyampaikan arahan Kementan, di Rantau.

Seperti yang diungkapkan Bupati, saat ini komoditas kedelai dan bawang putig sangat mahal, Mentan ingin daerah meningkatkan komoditas itu, papar Bupati.

Sementara itu, dalam panduan Rakernas pembangunan pertanian tahun 2021, yang melatarbelakangi terselenggaranya acara yakni dalam rangka menghadapi perubahan lingkungan strategis diasa Pandemi dimana peran pertanian sangat penting dalam membangun prekonomian nasional.

Sedang tujuan dari Rakernas sendiri untuk membahas upaya lompatan dan inovasi pembangunan pertanian yang bermuara pada peningkatan ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani.

Sasara Rakernas yakni tersusunnya upaya loncatan inovasi pembangunan pertanian, tersosialisasikannya langkah – langkah percepatan peningkatan target produksi melalui kolaborasi dan sinergitas antara pusat dan daerah.

Serta meningkatnya pemahaman dalam penerapan konsep dan penjabaran program prioritas dimana kegiatan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.{{her/mb03}}