loader image

Hj Anisah Wahid Meninjau Kawasan Ekowisata Hutan Rawa Desa Polantani

E:\ARSIP-WEBSITE-MATABANUA\12012021\hsu\--foto 01.jpg
EKOWISATA-Ketua dekranasda HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid meninjau langsung ekowisata di desa Polantani Kecamatan Haur Gading.{{yusuf}}

AMUNTAI-Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) HSU Hj Lailatanur Raudhah meninjau kawasan ekowisata hutan rawa yang berada dikawasan Desa Pulantani Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kemarin.

Hj Anisah juga didampingi langsung oleh Camat Haur Gading Kamarudin, Kepala Desa Setempat dan Duta Ekowisata Nasional 2020 Zainal Fuad, demi melihat langsung potensi yang ada.

Disamping kawasan Demplot Budidaya purun yang luasnya ratusan hektare, kawasan yang rencananya bakal dijadikan ekowisata ini juga menampilkan sport-sport menarik seperti keanekaragaman hayati ekosistem gambut dimana pohon rasau, pantung, belangiran, kelakai yang masih tampak asri dan teduh.

Ketua Dekranasda HSU dalam peninjauan tersebut mengaku terkesima melihat kawasan yang masih asri ini meski berada di hutan rawa.

“Kami memberikan apresiasi kepada para kepala desa yang secara swadaya berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan ekowisata,” ujarnya Anisah.

Ia berharap, dengan adanya kawasan ekowisata ini, ia menyakini bakal terbukanya peluang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar jika hal ini benar-benar ada dan dikelola.

“ Semua ini dapat berhasil, jika syarat ini dapat dilakukan yakni akumodasi dan transportasi (ke kawasan ekowisata) ini lancar, yang mana perlu kita benahi” tegasnya.

Selain itu, perlu tekad dan rencana yang matang dalam membuka kawasan ekowisata ini, baik dari dorongan pemerintah daerah, Duta ekowisata, para pengrajin purun, serta Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Tim Budi Daya Bambu dan Pendamping Desa.

Anisah berharap, kawasan ini, tidak hanya sebagai kawasan budidaya purun saja akan tetapi nantinya sebagai objek ekowisata di Kalimantan Selatan.

Iwan Hermawan selaku fasilitator Lahan Peduli Gambut dari Badan Restorasi Gambut (BRG) mengatakan inisiasinya untuk membangun ekowisata ini cukup lah sulit disamping melihat kondisi alam kawasan desa ini yang merupakan hutan rawa.”Mengajak para kepala desa untuk bekerjasama membangun kawasan ini lah tantangan yang paling sulitnya,”ujarnya.

Menurutnya, perbaikan lingkungan ekosistem gambut tidak dapat dilakukan secara perseorangan akan tetapi perlunya adanya kerjasama dengan gagasan dan komitmen bersama sama pula.

Sementara itu, usai menyusuri hutan rawa gambut dengan menggunakan perahu, Anisah bersama rombongan juga menyempatkan untuk beristirahat di Pondok Pemantau Api “ Wisata Purun “yang berada di kawasan Desa Tambak Sari Panji. (suf/mb03)