Jurassic Park dan Nasib Komodo

oleh : Netti Elviana, S.Pd Guru di SMA Negeri 3 Batusangkar
oleh : Netti Elviana, S.Pd Guru di SMA Negeri 3 Batusangkar

Pembangunan Taman Jurassic Park atau yang disebut sebagai program wisata ekslusif di Pulau Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini tidak lepas dari viralnya foto seekor komodo yang terlihat seolah sedang mengadang truk masuk di kawasan Loh Buaya, Pulau Rinca bagian dari Taman Nasional Pulau Komodo.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar kawasan Labuan Bajo di Provinsi NTT dapat dijadikan destinasi wisata kelas premium. Sejumlah proyek pembangunan penataan kawasan pun mulai dilakukan, termasuk di kawasan Pulau Rinca yang menjadi tempat habitat asli satwa komodo. Pemerintah menyebut akan hadir tempat wisata ala Jurassic Park di Taman Nasional Komodo ini.

Pembangunan itu diproyeksikan dapat merusak habitat asli hewan komodo, dimana satwa ini merupakan satwa endemik yang masuk dalam kategori satwa yang harus dilindungi. Dikarenakan akan banyaknya nanti pembangunan infrastruktur baru di kawasan konservatif itu. Sehingga kesan keasrian habitat asli dari hewan yang langka ini menjadi hilang. Infrastruktur yang akan dibangun itu seperti bangunan pusat informasi yang terintegrasi dengan elevated deck, kantor resort, guest house, dan kafetaria seluas 3.895 meter persegi, dan penginapan untuk para wisatawan.

Penulis memandang dengan ban­yak­nya pembangunan infastruktur baru ini dapat membuat pola perilaku hewan komodo menjadi berubah. Komodo harus melakukan readaptasi yang baru lagi dalam menghadapi situasi dan kondisi lingkungannya yang sudah berubah itu. Apalagi dengan banyaknya bangunan yang akan dibangun ini dinilai akan membuat luas kawasan hijau di pulau komodo ini menjadi semakin kecil. Sehingga dikha­wa­tir­kan kadar oksigen dipulau ini akan menjadi menipis dan pulau komodo akan menjadi semakin panas. Kondisi seperti ini dikhawatirkan dapat mengganggu ken­yamanan hidup dari satwa langka yang dilindungi ini.

Baca juga :  Keluarga sebagai Pendidikan Madrasah bagi Anak

Terlebih lagi dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung nantinya, dikhawatirkan dapat membuat ken­ya­man­an komodo ini menjadi terganggu karena tidak biasa berada dalam situasi keramaian. Dalam perspektif ekologis keadaan seperti ini dinilai dapat membuat pola dinamika kehidupan menjadi berubah di pulau komodo ini. Diproyeksikan komodo akan bersaing lagi dalam menghadapi kondisi lingkungan yang barunya, yaitu kondisi dimana banyaknya terdapat orang, bangunan dan minim akan kesan keasrian dari habitat yang lama. Ketakutannya potensi ancaman yang mendekati ke­ber­la­ng­sungan hidup komodo dikarenakan ramainya wisatawan yang berkunjung ini menjadi kian tinggi.

Lalu adanya relokasi yang dilakukan terhadap pemukiman warga di pulau komodo ke tempat lain seiring berjalannya pengembangan proyek di Taman Nasional Komodo ini, dinilai turut serta mem­pe­ng­a­ruhi keberlangsungan hidup dari satwa langka ini. Relokasi warga asli ke tempat lain ini dapat memutuskan hubungan masyarakat asli setempat dengan Komodo. Mengingat kedepannya apabila proyek ini rampung pembangunannya, yang akan sering berinteraksi dengan komodo adalah orang luar seperti turis, wisatawan dan peneliti. Menurut sejarahnya masyarakat dan komodo ibaratkan seperti saudara kandung. Jadi apabila pembangunan Proyek Jurassic Park ini terus berlanjut maka dapat menghapus tali hubungan silaturrahmi keluarga ini. Hal ini dikarenakan tidak dapatnya lagi masyarakat setempat rutin melakukan interaksi dengan komodo lagi.

Diharapkan kepada pemerintah serta kepada seluruh stakeholder yang terlibat agar dapat mengembalikan pengelolaan taman nasional komodo ini kembali kepada pengelolaan yang berbasis kemasyarakatan dan keasrian. Karena masyarakat asli itu sendirilah yang lebih mengerti akan segala hal yang menyangkut dinamika pereko­sis­teman di pulau komodo ini. Perlunya dibuat sebuah aturan hukum yang jelas terhadap jaminan keamanan satwa langka komodo beserta flora yang ada di pulau komodo. Terakhir secepatnya agar pemerintah segera memberikan kepastian hukum agraria dan pengakuan terhadap hak bagi masyarakat adat yang tinggal di sekitaran taman nasional pulau komodo ini. Agar proyek jurassic park ini tidak memberikan dampak yang buruk terhadap masyarakat.


Notice: Undefined index: month_view in /home/matabanu/public_html/wp-content/plugins/xt-visitor-counter/xt-visitor-counter-widgets.php on line 65

Notice: Undefined index: year_view in /home/matabanu/public_html/wp-content/plugins/xt-visitor-counter/xt-visitor-counter-widgets.php on line 66

Notice: Undefined index: total_view in /home/matabanu/public_html/wp-content/plugins/xt-visitor-counter/xt-visitor-counter-widgets.php on line 67

Notice: Undefined index: totalviews_view in /home/matabanu/public_html/wp-content/plugins/xt-visitor-counter/xt-visitor-counter-widgets.php on line 69