loader image

Kejahatan Konvensional Meningkat di Tanbu

KAPOLRES Tanah Bumbu AKBP Himawan Sutanto Saragih. mb/alf
KAPOLRES Tanah Bumbu AKBP Himawan Sutanto Saragih. mb/alf

BATULICIN – Di penghujung Tahun Polres Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar jumpa pers terkait hasil pengungkapan kasus selama tahun 2020.

Ada empat jenis Kejahatan yang disampaikan oleh Kapolres Tanah Bumbu AKBP Himawan Sutanto Saragih SH SIK ST saat press release selama tahun 2020 mencapai 405 kasus. Ini mengalami kenaikan dari 2019 yang hanya 404 kasus.

Empat jenis kejahatan yakni kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan kekayaan negara, dan kejahatan kontijensi.

“Jadi selama tahun 2020 ini ada 405 kasus. Sedangkan di tahun 2019 ada 404 kasus. Ada kenaikan 1 kasus,” ungkap Kapolres Tanbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih, Senin (28/12).

Dari jumlah tersebut kasus kejahatan jenis konvensional tahun 2019 dibandingkan 2020 mengalami kenaikan.

“Kejahatan konvensional tahun 2019 ada 259 kasus, sedangkan di tahun 2020 ada 280 kasus. Ada kenaikan 21 kasus atau 8 persen,” terangnya.

Sementara kejahatan jenis transnasional pada 2019 di­ban­dingkan di 2020 mengalami penurunan kasus. Pada 2019 sebanyak 118 kasus, sedangkan di 2020 ada 112 kasus atau turun 5 persen.

Untuk kejahatan jenis kekayaan negara juga mengalami penurunan. Pada 2019 sebanyak 27 kasus, sedangkan di 2020 ada 13 kasus atau turun 51 persen.

Sedangkan kejahatan berimplikasi kontijensi dari 2019 dan di 2020 nihil.

Ditambahkan Himawan, perkiraan situasi dan kerawanan pada tahun 2021 secara umum untuk kabupaten tanah bumbu ada potensi dan indikasi sebagian kecil masyarakat yang ingin ada nya perubahan ideologi Pancasila,dan terdeteksi adanya beberapa orang dan kelompok yang mengarah pada faham radikalisme serta menghendaki sistem pemerintahan menurut salah satu ajaran agama tertentu.

Baca juga :  PT SIS Bantu Perbaikan Sejumlah Sekolah

Tahun 2021 merupakan tahun pertama pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu dipimpin oleh bupati yang baru hasil pilkada 2020, dan diperkirakan ada kebijakan-kebijakan baru yang mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat pada umumnya, maupun lawan politiknya saat Pilkada berlangsung.

Situasi ekonomi tahun 2021 belum sepenuhnya plih ditambah lagi dengan pandemic cofid19 yang tidak diketahui kapan berakhirnya, akan sangat berdampak kepada segala aspek kehidupan di masyarakat.

Gangguan Kamtibmas yang merasakan masyarakat masih didominasi kejahatan konvensional dan adanya tren meningkat, di tahun 2020 bila dibandingkan dengan tahun 2019 untuk tahun 2021 diperkirakan juga akan meningkat hal ini di­pe­nga­ruhi situasi ekonomi yang masih terpuruk banyak perusahaan yang merupakan bahkan PHK karyawannya sedangkan kebutuhan hiduppintas dengan melakukan tindakan kejahatan,” tutupnya. */alf