loader image

Wartawan Diperiksa Terkait Penembakan Laskar FPI

APARAT kepolisian menggelar 58 adegan rekonstruksi di TKP, terkait kasus penembakan Laskar FPI. mb/ant
APARAT kepolisian menggelar 58 adegan rekonstruksi di TKP, terkait kasus penembakan Laskar FPI. mb/ant

JAKARTA – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang wartawan bernama Edy Mulyadi di Kantor Bareskrim, Jakarta, Senin siang, sebagai saksi dalam kasus penembakan enam orang Laskar Front embela Islam (FPI).

“Iya, yang bersangkutan sebagai saksi dalam kasus laporan pe­nye­rangan petugas di (Tol) Jakarta-Cikampek 50,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol. John Weynart Hutagalung saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, Edy hendak dimintai keterangan karena ada saksi di tempat kejadian perkara (TKP) rest area yang mengaku bertemu dengan Edy.

“Karena ada saksi di TKP rest area yang bertemu dengan yang bersangkutan,” kata John. Sebelumnya, surat panggilan dengan nomor: S.Pgl/2792/XII/2020/DitTipidum beredar di media sosial Twitter.

Surat itu berisi panggilan pemeriksaan terhadap Edy Mulyadi yang bekerja sebagai wartawan untuk menemui penyidik di Kantor Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada hari Senin (14/12) guna didengarkan ke­te­ra­ngannya sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang juncto tindak pidana kepemilikan senjata api dan senjata tajam tanpa izin dan/atau melawan petugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP jo. Pasal 1 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan/atau Pasal 214 KUHP dan/atau Pasal 216 KUHP.

Sementara, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono me­nga­ta­kan, dalam empat tempat kejadian per­kara (TKP) kasus penembakan enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) setidaknya digelar 58 adegan rekonstruksi yang mem­per­lihatkan awal mula penyerangan Laskar FPI hingga polisi melakukan tindakan tegas terukur.

“Dalam proses rekonstruksi malam tadi, setidaknya ada 58 adegan rekonstruksi,” kata Argo melalui siaran pers, Jakarta, Senin. Hal itu dikatakannya saat meninjau langsung proses re­kon­struksi.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Karawang menggelar rekonstruksi di empat titik terkait dengan kasus pe­nye­ra­ngan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Argo memerinci pada TKP I tepatnya di depan Hotel Novotel, Jalan Karawang Internasional, setidaknya ada sembilan adegan.

Sementara, di lokasi II, yakni selepas bundaran Jalan Karawang Internasional hingga Gerbang Tol Karawang Barat arah Cikampek ke Rest Area KM 50, ada empat adegan.

Di Rest Area KM 50 yang menjadi TKP ketiga, penyidik melakukan adegan rekonstruksi sebanyak 31 adegan.

TKP terakhir, yakni Tol Japek selepas Rest Area KM 50 hingga KM 51, penyidik memperagakan 14 adegan.

Rekonstruksi yang digelar secara transparan ini, kata Argo, setidaknya menghadirkan 28 orang saksi. Bahkan, empat di antaranya merupakan polisi yang menjadi korban dalam penyerangan tersebut.

“Jumlah saksi yang dihadirkan malam ini ada 28 orang. Saksi korban ada empat orang,” ujar Argo.

Adapun barang bukti yang dihadirkan pada rekonstruksi, di antaranya dua unit mobil anggota, satu unit mobil tersangka, enam pasang pakaian tersangka, senjata tajam, dan dua senjata api rakitan peluru 9 mm.

Menurut Argo, peristiwa penyerangan Laskar FPI terhadap aparat kepolisian itu terjadi pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Peristiwa terjadi ketika petugas sedang mengecek informasi mengenai adanya pengerahan massa terkait dengan pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin (7/12).

Menurut keterangan polisi, mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan dihentikan dua kendaraan pen­dukung Rizieq.

Ketika kejadian itu, pihak yang diduga pendukung Rizieq men­o­do­ng­kan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke arah aparat kepolisian.

Petugas yang merasa ke­se­la­matan jiwanya terancam, langsung mengambil tindakan tegas terukur sehingga menyebabkan enam orang pendukung Rizieq meninggal dunia, sementara empat orang lainnya melarikan diri. ant/yos