loader image

Pemkab HST Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata

DESTINASI WISATA - Bupati HST H A Chairansyah saat menyematkan tanda peserta Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata kepada para pelaku Usaha Pariwisata yang digelar oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kab HST bertempat di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI).{{humas}}
DESTINASI WISATA – Bupati HST H A Chairansyah saat menyematkan tanda peserta Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata kepada para pelaku Usaha Pariwisata yang digelar oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kab HST bertempat di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI).{{humas}}

BARABAI – Bupati HST H A Chairansyah buka secara resmi Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata kepada para pelaku Usaha Pariwisata yang digelar oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kab HST bertempat di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI), kemarin.

Kepala Bidang Parawisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kab HST M. Fakhrurazi melaporkan bahwa Kegiatan Pelatihan ini bertujuan peningkatan kualitas pengelola destinasi wisata dan peningkatan kapasitas masyarakat pelaku usaha pariwisata untuk mewujudkan sapta pesona di destinasi wisata serta membangun paradigma baru pengembangan dunia Pariwisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Hal itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009, tentang Tujuan Pembangunan Kepariwisataan, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, memajukan kebudayaan, dan mengangkat Citra Bangsa.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari perwakilan pengelola destinasi wisata di Kab HST, diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 18 s.d 20 November 2020.

Selanjutnya Bupati HST menyampaikan Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan apresiasi terhadap budaya daerah, menjalin persahabatan antar bangsa maupun individu yang lebih baik secara nasional maupun global dimana sektor pariwisata bukanlah sektor yang berdiri sendiri tetapi merupakan industri yang multisektor.

Tolak ukur keberhasilan pariwisata dapat diukur dari terciptanya iklim yang kondusif dalam bentuk dukungan dan penerimaan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di daerah serta penyiapan sarana prasarana penunjang.

Pengembangan Pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kesiapan SDM yang berkualitas dalam merencanakan dan mengelola potensi-potensi yang tersedia dimana prosesnya dikerjakan dengan mengedepankan semangat profesionalisme dan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Pemerintah Daerah sebagai penentu kebijakan berupaya meningkatkan kapasitas, peran dan inisiatif dalam pembangunan Pariwisata, kemudian masyarakat sebagai pelaku penting dalam menciptakan masyarakat yang sadar wisata dan juga sebagai penerima manfaat, sedangkan dunia atau pelaku usaha /industri pariwisata dengan sumber daya, modal dan jejaring yang dimilikinya menjalankan peran atau sebagai pelaksana pembangunan kegiatan kepariwisataan.

Seterusnya H A Chairansyah berharap kegiatan ini dapat mewujudkan peningkatan kapasitas dan profesionalisme masyarakat destinasi wisata serta pelaku usaha pariwisata dalam pengelolaan kepariwisataan serta dapat memberikan masukan yang positif demi pengembangan pariwisata di Kab HST, selanjutnya untuk Dinas terkait agar dapat melakukan pembinaan secara bertahap sehingga penataan destinasi wisata kita dapat tertata baik dan berdaya saing.{{humas/mb03}}