loader image

Tunggu Inggris 3 Sampai 5 Tahun Lagi

merayakan gol - Pemain Timnas Inggris merayakan gol yang dicetak Mason Mount ke gawang Islandia di ajang UEFA Nations League, Kamis (19/11) dini hari WIB. AP
Merayakan Gol – Pemain Timnas Inggris merayakan gol yang dicetak Mason Mount ke gawang Islandia di ajang UEFA Nations League, Kamis (19/11) dini hari WIB. AP

London – Timnas Inggris kini banyak dihuni pemain-pemain muda. The Three Lions dinilai akan mencapai puncak performanya tiga sampai lima tahun lagi.

Inggris baru saja men­yu­da­hi kiprahnya di UEFA Nations League 2020/2021. Pasukan Gareth Southgate tak lolos ke semifinal.

Di pertandingan terakhir, Inggris menang meyakinkan atas Timnas Islandia di Stadion Wembley, London, Kamis (19/11), yakni dengan skor 4-0. Masing-masing gol dicetak Declan Rice, Mason Mount, dan brace dari Phil Foden.

Dalam laga itu, Southgate hanya memainkan dua pemain senior atau sudah berusia 30 tahun, yakni Kieran Trippier dan Kyle Walker. Sisanya, semua pemain berusia rentang 20 tahunan.

Contohnya, Foden yang masih 20 tahun, Rice dan Mount (21) dan Bukayo Saka (19). Penampilan mereka rupanya memuaskan Southgate, yang memprediksi puncak performa mereka akan tiba 3-5 tahun lagi.

Southgate sendiri banyak memainkan pemain-pemain muda dalam tiga bulan terakhir. Banyak yang mendapat kesempatan membela Inggris.

“Saya pikir dalam beberapa hari terakhir, para talenta ini luar biasa. Ini laga yang sangat sulit, semua pemain mendengar bahwa laga ini tak berarti sampai tidak usah memain­kan­nya, tapi mereka me­la­ku­kan­nya. Ada kesempatan besar untuk pemain muda, juga pemain senior,” kata Southgate kepada Sky Sports.

“Kami masih berusaha membangun dan berkembang terus. Ada permainan se­pak­bola yang menarik dan itu bagus ditonton, dan bahkan lebih bagus ketika pemain muda bisa mendapat gol. Itu akan spesial buat mereka.”

“Skuad yang kami miliki dalam tiga bulan terakhir akan memuncak pada tiga sampai lima tahun lagi, dan mereka akan mendapat lebih banyak pengalaman bersama klub dan level internasional. Kami menginvestasikan waktu kepada mereka. Ada beberapa senior yang profesionalismenya juga bagus.”

“Kami tetap berusaha menyeimbangkan pemain kepada sistem. Permainan menyerang kami sangat bagus. Jika sampai pusing karena punya pemain bagus, ya itu hal yang bagus,” kata manajer 50 tahun itu.

Di laga lainnya Italia memastikan tiket semifinal UEFA Nations League sebagai wakil Grup A1, usai meng­an­das­kan Bosnia-Herzegovina 2-0. Kemenangan memastikan tiket final, meski di saat bersamaan Belanda juga bisa mengalahkan Polandia 2-0.

Dari Grup A2, Belgia memastikan kelolosannya dengan menang atas Denmark 4-2. Hasil itu membuat pasukan Roberto Martinez memuncaki klasemen dengan 15 poin, dan Denmark tertahan di peringkat dua dengan 10 poin.

Kemenangan juga diraih oleh tim-tim Grup B. Republik Ceko bisa menang atas Slovakia 2-0, dan Wales juga bisa mengatasi perlawanan Finlandia 3-1. dtc/ron