loader image

Kejari HST Musnahkan Barbuk Rampasan

MUSNAHKAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Tengah (HST) Trimo SH MH, memimpin acara pemusnahan barang bukti hasil rampasan. mb/ist
MUSNAHKAN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Tengah (HST) Trimo SH MH, memimpin acara pemusnahan barang bukti hasil rampasan. mb/ist

BANJARMASIN – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah (Kejari HST) bersama jajaran unsur Muspida melakukan pe­mus­nah­an barang bukti hasil rampasan dari berbagai perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dari Pengadilan Negeri setempat.

“Barang bukti yang dimusnahkan yaitu hasil dari eksekusi per September hingga pertengahan November 2020,” kata Kajari HST Trimo di Barabai, Kamis.

Dikatakannya, barang bukti yang dimusnahkan mulai dari minuman keras (miras), narkotika seperti sabu dan obat-obatan terlarang, senjata tajam, gawai dan alat setrum ikan.

Pemusnahan itu dilakukan dengan cara ada yang dibakar, dirusak atau dipotong dan juga diblender oleh pihak Kejari di hadapan tamu undangan.

Untuk rincian barang bukti hasil rampasan yang dimusnahkan yaitu 25 botol miras, 33 botol alkohol, 30 liter tuak, 68 paket sabu terbungkus plastik klip, 38 unit gawai, 29 bilah sajam dan 2.389 butir obat terlarang.

Selain itu juga dua unit alat setrum ikan hasil dari tindak pidana ringan atau pelanggaran Perda HST, juga ikut di­mus­na­h­kan pada acara pemusnahan yang dilakukan pada Rabu (18/11) pagi di halaman Kejari HST itu.

Tren pemusnahan barang bukti jilid 2 di 2020 ini, kata Trimo masih didominasi perkara tindak pidana narkotika dan Undang-Undang Kesehatan.

Dari catatan Kejari HST, sebanyak 41 orang terpidana terkait bukti sabu-sabu yang dimusnahkan tersebut.

Terpidana untuk perkara narkotika ini pun dari berbagai kalangan. Mulai anak muda seperti pelajar maupun mahasiswa, anak muda sampai ibu rumah tangga.

“Ini luar biasa untuk kabupaten kecil, tapi ternyata narkotika di sini sudah merajalela. HST masuk darurat narkotika. Jadi mari kita sama-sama menyatakan perang terhadap narkotika ini,” tegasnya.

Kejari HST berkomitmen untuk menyatakan perang melawan narkotika. Khususnya penegak hukum harus benar-benar menegakkan hukum agar pelaku tindak pidana tersebut jera.

“Siapa pun yang melanggar, akan kita lakukan penegakan hukum secara maksimal. Semua elemen, mari bekerja sama untuk memberantas narkotika, laporkan kepada penegak hukum jika ada tindak pidana ni,” kata Trimo.

Pemusnahan barang bukti yang berkekuatan hukum tetap ini turut dihadiri oleh Kepala Dinkes, Kapolres dan Kemenag HST. Selain itu turut juga disaksikan oleh Kepala Rutan dan perwakialn Ketua PN Barabai.ant/ily