loader image

Bank Indonesia Gelar Pelatihan Jurnalis Ekonomi Kalsel

Puluhan jurnalis ikuti pelatihan wartawan ekonomi Kalsel yang dilaksanakan Bank Indonesia, Kalsel.(edoy)
Puluhan jurnalis ikuti pelatihan wartawan ekonomi Kalsel yang dilaksanakan Bank Indonesia, Kalsel.(edoy)

BANJARMASIN – Bank Indonesia tingkatkan wawasan Jurnalis khusus peliputan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan dengan tema Jurnalisme digital dan digital competence memperkuat kompetensi profesi.

Sebanyak 36 jurnalis ekonomi dari berbagai media metak, elektronik, online dan lainnya mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Bank Kalsel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring, mengatakan kegiatan ini dapat membantu kapasitas jurnalis khususnya para wartawan ekonomi dalam membuat berita dibidang liputannya.

” Teknologi digital, para jurnalis dapat berbagi berita dan informasi dalam berbagai platform sesuai kemajuan zaman, ujar Amanlison saat membuka acara di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kamis (19/11).

Tujuannya untuk membuka wawasan dan pengetahuan para wartawan dalam pemanfaatan teknologi digital sesuai zamannya.

Sebagai nara sumber Bank Indonesia menghadirkan Ketua Dewan Pers Indonesia, Prof Dr Ir M Nuh DEA, dan lainnya.

Dalam sambutannya, M Nuh mengatakan, perubahan membawa kebaharuan (novelty), berita (News) harus mengandung unsur kebaharuan.

Jiwa wartawan adalah pembelajaran sejati agar dapat memberikan kebaharuan dan kepenasarab dan resourcefulness menjadi syarat mutlak.” Covid-19 telah membongkar tatanan yang ada, dan memaksa kita untuk membangun tatanan baru (New Normal) terutama mindset dan metodologi,”ujarnya. Pers harus tetap berperan sebagai kontrol social berbasis information credibility.rds