loader image

Hasil Tanam 2020 Dievaluasi

IRIGASI - Sidang Komisi Irigasi ini dipimpin oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Bumbu H.Rahmat.{{alfi}}
IRIGASI – Sidang Komisi Irigasi ini dipimpin oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Bumbu H.Rahmat.{{alfi}}

BATULICIN – Komisi Irigasi Kabupaten Tanah Bumbu menggelar sidang di ruang rapat gedung PKK kabupaten Tanah bumbu. Sidang Komisi Irigasi ini dipimpin oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Bumbu H.Rahmat.

Dalam sambutan Bupati tanah bumbu yang dibacakan oleh Plt  Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H.Rahmat tujuan diadakannya sidang komisi irigasi ini adalah mensosialisasikan peran komisi irigasi dalam pengelolaan jaringan irigasi sebagai wadah koordinasi antara Pemda dan masyarakat petani, menentukan dan merumuskan pola tanam dan rencana tata tanam tahun 2021, mengevaluasi hasil tanam tahun 2020, mendapatkan informasi prakiraan cuaca tahun 2021, menentukan daerah irigasi prioritas dalam penyusunan dokumen RP21.

Merumuskan rencana tahunan penyediaan pembagian dan pemberian air irigasi yang efesien bagi pertanian dan keperluan lain, serta membahas dan memberi pertimbangan dalam mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat kekeringan, kebanjiran dan akibat bencana alam lain.

Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi dilaksanakannya sidang komisi irigasi tahun 2020 ini, karena komisi irigasi merupakan forum multi pihak dari unsur pemerintah,unsur petani, dan unsur pengguna jaringan irigasi dalam rangka mewujudkan keterpaduan pengelolaan sistem irigasi yang ada ditingkat pemerintah kabupaten,provinsi, dan ditingkat antar provinsi.

Ditambahkan PLT asisten perekonomian dan pembangunan H.rahmat, sehingga keberadaan komisi irigasi,dapat membantu bupati dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan pengelolaan sistem irigasi.Diharapkan agar bagaimana ke depan Komisi Irigasi ini bisa betul-betul menjadi wadah koordinasi terkait tata kelola irigasi untuk meningkatkatkan produksi pertanian.

“Saat ini hasil pertanian untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten tanah bumbu sudah mengalami surplus. Namun dalam rangka NKRI kita juga harus membantu wilayah lain sehingga produksi pertanian harus lebih ditingkatkan,” ungkapnya.

Kedua, manajemen irigasi, misalnya bagaimana mengelola air irigasi yang melimpah saat musim hujan agar tidak berpotensi banjir. Sedangkan saat kemarau tidak sampai kekurangan. Ketiga, bagaimana memaksimalkan koordinasi, komunikasi dan sinergitas antara pemerintah dah dan masyarakat.

“Kesiapan infrastruktur sumber daya air sangat diperlukan dalam meningkatkan ketahanan pangan. Diperlukan kajian-kajian lebih lanjut untuk mengoptimalkan sumber-sumber air yang ada dan mengembangkan lahan pertanian. diharapkan munculnya solusi-solusi guna meningkatkan hasil produksi pertanian,” tutupnya.{{alf/mb03}}