loader image

Pemkab Banjar Perlunak Izin Pengumpulan Orang Banyak

E:\EDISI CETAK\PDF Mata Banua\13 november 2020\12\wb\Ktk Banjar 131120.jpg

MARTAPURA – Seiring makin melandainya angka positif Covid-19, Pemkab Banjar memperlunak pemberian izin kegiatan di masyarakat seperti resepsi perkawinan maupun maulidan.

Dari data sejak April hingga hari ini, angka sembuh dari Covid-19 sudah 827, dalam karantina 30 orang dan yang meninggal 51. Angka 51 pun sudah melambat pertambahannya sejak beberapa bulan terakhir.

Ditambah bulan Rabiul Awal, tradisi masyarakat melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memang sering dilaksanakan. Mempertimbangkan hal itu pemerintah setempat tak mungkin melarang, namun tetap mengimbau agar memperhatikan protokol kesehatan yakni rajin mencuci tangan dan berusaha menggunakan masker.

Permohonan untuk izin penyelenggaraan resepsi perkawinan di tengah pandemi Covid-19 oleh masyarakat saat ini cukup banyak, terlebih pada bulan Maulid atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW saat ini. Demikian di ungkapkan oleh Plt Camat Martapura Timur Guslan.

Menurut Guslan, dari bulan Juni lalu hingga saat ini tercatat sudah 110 warga yang mengajukan permohonan izin penyelenggaraan resepsi tersebut. Hal ini dikarenakan adanya koordinasi yang baik dengan semua kepala desa yang disampaikan kepada warganya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Surat permohonan izin tersebut dibuat oleh warga yang diketahui oleh kepala desa dan disampaikan kepada pihak kecamatan.

“Semua yang mengajukan kita kasih izin, karena juga ada rekomendasi dari Bupati Banjar untuk kewenangan dalam memberikan izinnya,” ujarnya, Kamis (12/11).

Guslan menjelaskan, untuk menggelar resepsi perkawinan tersebut sejauh ini cukup izin dari pihak kecamatan untuk skala kecil, kecuali dalam skala besar baru bisa sampai ke tingkat kabupaten izinnya, misalnya resepsinya digedung.

“ Izinnya langsung kita bikinkan saat warga melengkapi persyaratannya, langsung selesai, sejauh ini kita memberikan izin untuk warga yang menyelenggarakan resepsi dirumah-rumah atau dikampung saja, kalau digedung tidak ada, lagian disini juga tidak punya gedung, “ ucapnya.

Guslan menambahkan, untuk pelaksanaan resepsi dimaksud harus memenuhi persyaratan seperti melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi satu hari menjelang dan selesai acara, menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, menyediakan thermo gun untuk keperluan suhu tubuh, undangan pakai masker dan menjaga jarak, undangan maksimal 200 orang, tidak ada acara hiburan musik.

Menjaga keamanan dan ketertiban, serta pihak kepolisian atau koramil bisa memberikan peringatan atau membubarkan acara jika dianggap melanggar ketentuan.adi/rds