loader image

Pandemi Picu Pembayaran Digital Melesat

JAKARTA – Penggunaan sistem pembayaran digital diproyeksi akan makin tumbuh di 2021. Direktur Utama PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), Haryati Lawidjaja, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku transaksi masyarakat yang makin mengarah ke arah digital.

Hal itu dikatakan Haryati di gelaran Indonesia Industry Outlook #IIO2021 Conference secara daring dengan tema, 2021: It’s Time to Win-Back “Reimagine, Recover, Regain” yang diselenggarakan oleh Inventure.

“Kalau dulu mungkin masih banyak ragu-ragunya. Namun, dengan adanya pandemi itu menjadi satu-satunya pilihan,” kata Haryati. Hal ini juga diperkuat dengan data Bank Indonesia (BI), per Agustus 2020, digital payment membukukan transaksi sekitar Rp17 triliun. Angka ini naik 33% dibandingkan periode sebelumnya.

“Riset dari Inventure juga mengungkapkan bahwa sekitar 60% responden beralasan menggunakan digital payment karena kenyamanan dan kemanan bertransaksi,” ujarnya.

Haryati pun mengakui pengguna uang elektornik terus meningkat. LinkAja, misalnya, hingga November 2020, telah dipercaya hampir 58 juta pengguna yang tersebar di seluruh hampir wilayah Indonesia.

“Tujuan kami untuk mempercepat inklusi keuangan. Jadi, memberikan akses kepada masyarakat yang selama ini belum mempunyai akses keuangan terutama segmen unbanked dan under­banked. Fokus kami kebanyakan di kota-kota tier 2 dan tier 3 serta UMKM,” tegasnya. rep/mb06