loader image

Produksi Perikanan di Kalsel Meningkat Empat Tahun Terakhir

BANJARBARU – Produksi perikanan tangkap di Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan grafik kenaikan setiap tahunnya dan berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, kenaikan tersebut dapat dilihat semenjak tahun 2015-2019 atau dalam rentang waktu empat tahun terakhir.

 “Produksi perikanan tangkap baik dari laut maupun perairan umum di Kalsel terus mengalami peningkatan,” kata Kabid Pengelolaan Ruang Laut sekaligus Plt Kabid Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, DR Aryadi Noor MSi, belum lama tadi.

Berdasarkan data pada tahun 2015 produksi perikanan tangkap Kalsel sebesar 241,291 ton. Jumlah tersebut total produksi baik dari laut maupun perairan umum.

Pada tahun 2016 jumlah produksi meningkat menjadi sebesar  247,730 ton, tahun 2017 sebesar 253,899 ton, tahun 2018 sebesar 260,760 dan tahun 2019 sebesar 214,458 ton.

Untuk tahun 2020, data produksi yang telah dikumpulkan baru sampai bulan Januari hingga Juni yakni dengan total produksi sebesar 96,081 ton.

 “Untuk tahun 2020 data sampai Juni, jumlah produksi perikanan laut sebesar 60,720 ton sementara produksi perikanan umum sebesar 35,361 ton, totalnya jadi 96,081 ton,” kata Aryadi yang juga Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalsel ini.

Dinas Kelautan dan Perikanan akan terus menjaga stabilitas produksi perikanan sekaligus menjaga jangan sampai produksinya menurun. Kedepannya, upaya peningkatan produksi juga akan dilakukan.

Banyak faktor yang mempengaruhi dalam upaya peningkatan produksi perikanan. Mulai dari sarana dan prasarana pelabuhan perikanan, ketersediaan BBM, hingga modernisasi peralatan tangkap serta peningkatan volume gross tonnage (GT) kapal milik nelayan.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Muhammad Fadhli mengatakan sesuai arahan Gubernur Kalsel, peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi perhatian.

Karena itu, katanya, Dinas Kelautan dan Perikana telah membantu meningkatkan volume kapal beserta peralatan tangkap ikan kepada para nelayan.

 “Bantuan telah diberikan pada tahun 2018, berupa peningkatan volume kapal nelayan dari yang sebelum dibawah 10 gross tonnage menjadi diatas 10 gross tonnage ,” kata M Fadhli.

Diharapkan dengan bantuan peningkatan volume kapal nelayan maka daya jelajahnya di laut juga meningkat sehingga hasil tangkapan ikan dapat lebih banyak.

Bantuan tersebut diinisiasi langsung oleh Gubernur Kalsel setelah bertemu dengan sejumlah nelayan. “Diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat bila hasil tangkapan lebih banyak,” tambah Fadhli. Bantuan peningkatan kemampuan menangkap ikan juga didasari semakin banyaknya kebutuhan konsumsi ikan di Kalsel. ary/ani