loader image

Awang Bangkal-Mantewe Segera Terkoneksi

Jalan Tol Banjar-Tanbu Sepanjang 160 Km  

JEMBATAN – Lokasi rencana pembangunan jembatan Awang Bangkal, di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, yang menjadi penghubung jalan bebas hambatan dari Jalan Kodeco Km 58, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menuju Desa Awang Bangkal, Kabupaten Banjar. humpro

MARTAPURA – Misi Pemerintah Provinsi (Pemp­rov) Kalimantan Selatan untuk me­ngo­ne­k­sikan daerah pelosok dan perkotaan, pada akhir Desember mendatang bakal terealisasi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel menargetkan akhir tahun 2020, bakal merampungkan pengerjaan tiga jembatan penghubung di ruas jalan tol atau bebas hambatan, antara Jalan Kodeco Km 58 Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu hingga ke Desa Awang Bangkal Timur dan Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Ketiga jembatan yang saat ini sedang dibangun yaitu jembatan Awang Bangkal, Jembatan Sungai Kusan II dan Jembatan Sungai Temunih II. Jembatan Awang Bangkal yang berkonstruksi box girder baja, saat ini progresnya sudah 24 persen.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, Yasin Toyib didampingi Kasi jembatan Yudha Aditya menjelaskan, box girder baja direncanakan datang pada awal November ini dari Jakarta.

“Bila sudah terpasang girdernya maka progresnya mencapai sekitar 70 persen,” kata Yasin, Kamis (15/10) di lokasi proyek pembangunan jembatan Awang Bangkal tersebut.

Menurut Yasin, sejak awal memang ditargetkan pada akhir tahun 2020 jalan tol atau bebas hambatan tersebut terkoneksi seluruhnya.  “Sesuai rencana, jalan bebas hambatan akan menghubungkan tiga daerah yaitu Tanah Bumbu, Banjar dan Banjarbaru,” kata Yasin.

Panjang jembatan Awang Bangkal 120 meter dengan lebar 9 meter dan pengerjaan jembatan diperlukan penanganan khusus, karena titik lokasi jembatan berada di antara dua bukit yakni Pelawangan dan Patra Bulu.

“Lokasi jembatan berada di antara dua bukit, oleh karena itu perlu penanganan khusus, dasar sungainya berbentuk huruf V, ini kan pertemuan antara dua bukit,” kata Yudha menambahkan.

Berdasarkan kontrak kerja antara Dinas PUPR dengan pihak pelaksana pekerjaan PT Panji Pratama Indonesia, proyek senilai Rp 32 miliar tersebut dimulai pengerjaan pada 27 Mei 2020 dan akan berakhir 24 Desember 2020. Hingga saat ini progres pembangunan berjalan lancar.

“Progres pekerjaan berjalan sesuai rencana, tak ada kendala secara teknis, namun memang ada sempat dua minggu terhenti akibat kendala nonteknis,” kata Yudha.

Masyarakat setempat, menurut Yudha, mendukung kegiatan pembangunan jembatan. Pasalnya jembatan menghubungkan dua desa yaitu Awang Bangkal Barat dan Awang Bangkal Timur.

Ruas jalan tol antara Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar sepanjang 160 kilometer. Namun bila dihitung dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru sepanjang 180 Km.

Jalan bebas hambatan ini akan membuka akses berbagai desa terisolir di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, seperti Rantau Balai, Bunglai, Apuai, Tiwingan Baru, Rantau Bujur, Sungai Luar, dan lain-lain.

Tak hanya membuka daerah terisolir, jalan bebas hambatan itu ke depannya juga bisa membuka akses ke spot wisata alam gunung, bukit, telaga dan air terjun yang tersebar di kawasan Tahura Sultan Adam.

Untuk mengoneksikan jalan bebas hambatan sepanjang 160 Km tersebut, ada tujuh jembatan yang telah dibangun Pemprov Kalsel yaitu empat jembatan pada tahun anggaran 2019 dan tiga jembatan pada tahun anggaran 2020. Di sepanjang jalan itu, Dinas PUPR juga telah membangun 20 titik konstruksi box culvert sebagai saluran air. ary/ani