loader image

Ribuan Mahasiswa Minta Jokowi Datang ke Kalsel

Pendemo Bertahan hingga Malam Hari

BERTAHAN – Ribuan mahasiswa masih bertahan hingga malam, pukul 20.00 Wita, dalam aksi demo menolak Undang Undang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja, Kamis (15/10). Mereka menyatakan sudah tidak percaya DPRD Kalsel, dan berharap presiden Jokowi datang ke Kalsel. mb/edoy

BANJARMASIN – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai perguruan tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (15/10) kembali menggelar aksi unjuk rasa damai menolak Undang Undang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja, yang disahkan DPR RI, beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan tidak percaya lagi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel. Untuk itu, mahasiswa minta agar Presiden RI Joko Widodo datang ke Provinsi Kalsel, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat di banua ini.

Aksi demo mahasiswa sempat mau ditemui oleh Anggota DPR RI, Rifqinizami Karsayuda dan Anggota Fraksi PDIP DPRD Kalsel, HM Rosehan NB didampingi oleh Kabag TU Sekretariat DPRD Kalsel, Riduan. Namun, mereka ditolak para mahasiswa.

Mahasiswa menyatakan, DPRD Kalsel gagal memenuhi tuntutan penolakan Undang Undang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja. “Kami bersama teman-teman mahasiwa sudah tidak percaya dengan DPRD Kalsel. Hari ini kami turun ke jalan sampai tuntutan kita dipenuhi,” ujar Koordinator Wilayah BEM se Kalsel, Ahdiat Zairullah, kemarin.

Untuk itu, mahasiswa menggelar mimbar bebas jalanan untuk menyampaikan aspirasinya. “Kami meminta agar Presiden RI, Joko Widodo datang ke Kalsel,” tegas Ahdiat yang berorasi di jalan raya Lambung Mangkurat Banjarmasin, tidak jauh dari ‘Rumah Banjar’ atau Gedung DPRD Kalsel.

Ditegaskannya, mahasiswa sudah tidak mau lagi melakukan dialog dengan anggota DPRD Kalsel. “Oleh karena itu kita sepakat akan tetap bertahan untuk melakukan mimbar bebas di tengah Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin ini,” tambahnya.

Pada intinya, massa aksi mendesak Presiden Jokowi datang ke Kalimantan Selatan dan langsung menerbitkan Perppu, agar tidak ada lagi kekerasan selama gelombang aksi berlangsung di berbagai wilayah di tanah air.

 “Tidak ada aksi yang sia-sia, hari ini kita membuktikan bahwa mahasiswa Kalsel menolak UU Omnibus Law,” imbuhnya Sementara, Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Rifqinizami Karsayuda, sempat berkoordinasi dengan Tim Pengamanan dari Kepolisian dan TNI agar dapat berkomunikasi dengan massa. Namun, pengunjuk rasa tak memberikan kesempatan bagi Rifqi untuk berdiskusi di lokasi aksi.

Rifqi menyatakan, sebenarnya ia berniat untuk menyampaikan penjelasan dan argumentasi, kenapa DPR RI mengesahkan RUU Omnibus Law itu menjadi UU.

 “Saya berada di sini, agar bisa menyampaikan argumentasi kenapa UU Cipta Kerja ini kami sahkan di DPR RI. Karena, saya pikir tidak ada yang lebih absah menjelaskan ini, selain kami anggota DPR RI,” ujar Rifqi.

Sementara, Anggota Fraksi PDIP DPRD Kalsel, HM Rosehan NB, menjelaskan, berhubung situasi di DPRD Kalsel tidak ada wakil rakyatnya, karena melakukan studi komparasi ke Jawa Timur, maka anggota DPR RI Rifqinizami siap menerima para mahasiswa. Namun, hal itu tidak ditanggapi pendemo.

 “Mudah-mudahan suasananya tetap kondusif, kita pernah muda menjadi mahasiswa karena demo itu wajar saja. Kalau memang ada yang belum disepakati dicarilah solusinya,” ujar Rosehan.

Yang penting, lanjut dia, demo boleh tapi jangan anarkis. Artinya kewajiban sebagai tuan rumah di DPRD Kalsel yakni menemui pendemo sudah dilakukan, tapi kalau mereka tidak mau.

Dari pantauan Mata Banua, sejak pukul 14.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel masih bertahan di ruas Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Beberapa kali aparat kepolisian daerah memberikan peringatan bahwa waktu melakukan unjuk rasa hanya sampai pukul 18.00 Wita. Mereka akhirnya membubarkan diri setelah bernegosiasi dengan aparat keamanan. rds