loader image

Penataan Sungai Belasung Ditarget Dua Bulan

BANJARMASIN – Penataan sungai kecil Sungai Belasung telah dimulai.  Proyek pem­bangunan yang disusun sejak tahun 2019 lalu, telah men­yelesaikan tahapan lelang dan dialokasikan Rp 200 juta agar selesai akhir tahun ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hisbut Walthoni, Rabu (14/10). “Rencananya penyiringan sungai belasung yang dapat dilakukan, mudah – mudahan bisa selesai akhir tahun ini,” ujar Walthoni, di Banjarmasin.

Thony –sapaa akrabnya– menjelaskan, pembangunan siring Sungai Belasung menjadi prioritas pembangunan dibidang­nya karena sungai tersebut sudah begitu dangkal.

“Pembebasan bangunan sudah beres, meskipun ada beberapa rumah juga yang minta waktu. Namun secara keselu­ruhan sudah bisa dikerjakan,” jelasnya. 

Thoni juga memastikan kesiapan lainnya seperti  men­cocokkan konsep rencana dengan kondisi lapangan. Hal ini karena ia memprediksi akan ada per­geseran lagi dengan rumah warga agar bisa dibuatkan titian di sepanjang Sungai Belasung.

“Kemungkinan ada perge­seran rumah warga hingga 1 meter, ini agar sungainya tetap lebar dan ada titian sedikit untuk jalan,” katanya.

Dalam rencana, pem­bangu­nan siring Sungai Belasung ini dimulai dari pintu air utama yakni di samping markas Balakar Jalan RE Martadinata hingga se­panjang 100 meter.

“Pembangunannya bertahap, sebagai pilot project dibuatkan siring sepanjang 100 meter dahulu. Nanti dilanjutkan hingga ujung sungai yakni sekitar 400 meter,” katanya. 

Semula, pembangunan ini selain dilengkapi titian sepan­jang sungai, juga dilengkapi dengan fasilitas jembatan penyeberangan kecil serta taman. Namun, rencana ter­sebut terpaksa harus ditunda dikarenakan terjadinya per­geseran anggaran ke pena­nganan Covid-19, mencapai 30 miliar rupiah.

Dari anggaran semula bidang sungai sebesar 33,4 miliar lebih di tahun 2020. “Mudah mudahan ditahun depan bisa kita anggarkan kembali,” katanya.

Penataan sungai belasung juga lanjutnya, sebagai salah satu langkah untuk mendapatkan respon warga bantaran sungai belasung yang hingga saat masih ada yang mempertahankan bangunannya.

“Penataan tersebut sebagai contoh penataan sungai bela­sung, untuk direvitalisasikan agar hidup kembali,”tutur Thoni. via