loader image

Kalsel Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19

PLT Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Resnawan didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Nico Afinta dan Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Firmansyah melakukan konferensi pers terkait penanganan Covid-19 di Kalsel. humpro

BANJARMASIN – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Resnawan mengungkapkan, selama dua pekan terakhir Kalsel mampu menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien yang terpapar akibat Covid-19.

“Kita selama dua pekan terakhir (1-14 Oktober) mampu menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan Covid-19 di banua ini,” ujarnya dalam konferensi pers terkait penanganan Covid-19 di Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (15/10).

Dalam menyampaikan keterangan pers itu, Plt Gubernur Kalsel didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Nico Afinta, Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, HM Muslim dan Plt Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Mujiyat.

Menurut Rudy, prosentase angka kematian Covid-19 di Kalsel pada 1 Oktober tercatat angka 4,08 persen, sedangkan pada 14 Oktober menjadi 3,98 persen atau menurunkan/menekan angka kematian hingga 0,1 persen.

Masih tingginya angka kematian itu, kata Rudy, akibat adanya keterlambatan membawa pasien ke tempat pelayanan kesehatan dan saat di tempat pelayanan kondisi pasien sudah sangat parah, ditambah adanya penyakit bawaan dari pasien.

Sedangkan angka kesembuhan sampai tanggal 14 Oktober 2020, Provinsi Kalsel mencapai 87,12 persen atau ranking ke-4 setelah Provinsi Maluku Utara, Gorontalo dan Kalimantan Utara dan melebihi target dari pemerintah sekitar 80 persen.

Dia menjelaskan, penambahan kasus aktif, sampai dengan 14 Oktober, Provinsi Kalsel memperoleh angka 8,88 persen atau ranking 4 setelah Jawa Timur, Maluku Utara dan Gorontalo dari target yang ditetapkan pemerintah kurang dari 20 persen.

Perkembangan dua minggu terakhir kesembuhan pada 1 Oktober Provinsi Kalsel berada diangka 85,5 persen, sedangkan pada 14 Oktober mencapai 87,9 persen atau naik 2,4 persen.

Selanjutnya prosentase penambahan kasus aktif, pada 1 Oktober Provinsi Kalsel berada diangka 10,4 persen, sedangkan pada 14 Oktober menjadi 8,1 persen atau menurunkan/menekan hingga 2,3 persen.

Secara umum, kata Rudy, Provinsi Kalsel yang semula berada pada zona merah, bergerak menjadi zona orange dan kabupaten/kota yang memperoleh zona merah semula berjumlah empat, menjadi tinggal satu yaitu Hulu Sungai Tengah (HST).

Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kesembuhan, Tim Gugus Tugas melalui pelaksanaan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment), pemberdayaan Tim KIE (komunikasi, edukasi dan informasi), peningkatan kapasitas RS rujukan dan fasilitasnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas tempat karantina, peningkatan kapasitas uji PÇR dan TCM serta bersama Polda Kalsel dan TNI mengevakuasi isolasi mandiri ke RS (pasien yang punya komorbid) dan t4 karantina.

Menekan penambahan positif, dilakukan Polda Kalsel dengan strategi Penambahan alat PCR (awalnya 2 PCR, saat ini 16 PCR & 3 TCM), penambahan kapasitas RS dan tempat karantina yaitu 7 RS rujukan (589 tempat tidur, 186 terisi & sisa 403) serta 27 balai karantina (1693 tempat tidur, 60 terisi & sisa 1633).

Operasi penegakan disiplin protokol kesehatan dengan melibatkan Pemda dan TNI 38.682 giat, teguran lisan 266.098, teguran tertulis 18.663, denda administrasi 256 dengan jumlah Rp 24.085.000 dan lainnya 41.313 kasus.

Pengawasan penggunaan anggaran penanganan covid-19 (anggaran bantuan kemendes sudah terserap 66 persen, Kememsos sudah terserap 96,85 persen dan refocusing sudah 22,36 persen.

Rudy menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polda Kalsel bersama jajaran TNI, Satpol PP dan komunitas masyarakat yang telah melakukan intervensi untuk menekan laju penambahan kasus aktif, melalui langkah preemtif, preventif dan penegakan hukum. ani