loader image

Disdik Lacak Anak yang Berpakaian Badut

NURYADI

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjar­masin meminta seluruh sekolah dari tingkat SD dan SMP untuk mengumpulkan data anak-anak didiknya yang tak bisa mel­a­kukan sistem belajar daring (dalam jaringan).

Hal itu agar Dinas Pendidikan bisa melacak dan mem­prio­ritaskan penyalurkan bantuan smartphone bagi anak didik tersebut, guna menghindari jangan ada lagi anak pelajar yang dijadikan badut jalanan.

“Langkah dan imbauan ter­sebut juga sejak awal disam­paikan kepada sekolah, dengan tujuan disdik bisa membantu jika ada kesulitan dalam belajar daring,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Nuryadi, Kamis (15/10).

Menurut Nuryadi, pihaknya pun tak tinggal diam dan kembali melacak data anak-anak yang dilaporkan pihak sekolah.  “Perlu kami tinjau lagi data siswa yang tak mampu dan didukung pula dari laporan sekolah, sehingga bantuan tersebut bisa diprioritaskan,” katanya. 

Bagi Nuryadi, upaya disdik dalam belajar daring sebenarnya bertujuan agar tidak ada alasan bagi anak untuk tidak belajar apalagi putus sekolah.

Jikapun ada anak yang tak bisa mengikuti belajar daring karena kendala tidak memiliki smartphone, maka disdik telah menyiapkan cara lain untuk tetap bisa belajar. “Di antara siswa yang tak mampu tersebut, memang ada yang sudah dapat bantuan smartphone dari pihak swasta,” katanya.

Tak hanya itu, bantuan lain juga dari koperasi guru yang peduli dengan memberikan smartphone kepada beberapa siswa di Banjarmasin Utara.

Selain itu, upaya lain me­mudah­kan belajar selama masa pandemi Covid-19 yakni pihak sekolah menyiapkan bahan belajar selama seminggu untuk kemudian bisa diambil si anak atau orang tua di sekolah masing-masing. “Bahan belajar dikum­pulkan kembali seminggu kemu­dian,” katanya. via