loader image

Kementerian PUPR Akan Garap Bendungan Riam Kiwa

RANTAU – Pengisian Bendungan Tapin yang berlokasi di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin resmi dimulai, Jumat (9/10).

Usai pekerjaan Bendungan Tapin, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali akan menggarap pembangunan Bendungan Riam Kiwa, di Kabupaten Banjar.

Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen SDA Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono mengatakan, pembangunan lain yang segera digarap di Kalsel dan masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) adalah Bendungan Riam Kiwa, di Kabupaten Banjar.

Airlangga menjelaskan, untuk Bendungan Rian Kiwa saat ini sudah masuk tahap analisa studi kelayakan. Diharapakann tahun 2021 akan masuk tahap pekerjaan sesuai standar pekerjaan umum lainnya.

Plt Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fathurahman mengungkapkan terima kasih atas perhatian Presiden Joko Widodo melalui Kementerian PUPR.

 “Kegiatan pembangunan Bendungan Tapin ini merupakan salah satu bukti perhatian pemerintah bagi upaya peningkatan kemajuan pembangunan pertanian di Kalsel, lebih khusus lagi kesejahteraan petani,” tulis Rudy Resnawan.

Rudy berharap pembangunan bendungan Tapin ini ke depan mampu membantu normalisasi pengairan di areal pertanian masyarakat.

 “Mari kita rawat dan jaga aset negara ini sebaik baiknya. Ini karena pembangunannya bertujuan untuk kesejahteraan rakyat,” ingat Rudy.

Berdasarkan pantauan, pengisian bendungan yang masuk dalam PSN tersebut ditandai dengan penutupan pintu terowongan pengelak oleh Bupati Tapin, HM Arifin Arpan.

Bupati Tapin, HM Arifin Arpan berharap masyarakat khusus di wilayah sekitar bendungan bisa sama-sama menjaga dan memelihara bendungan tersebut.

 “Semoga bendungan ini benar-benar bermanfaat bagi kita semua, maka dengan itu mari kita sama-sama merawat dan menjaganya,” ujar Bupati Tapin.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Fikry Abdurahman mengatakan pembangunan bendungan yang dimulai dari tahun 2015 tersebut sudah memasuki tahap akhir. “Pengisian air atau perendaman ini merupakan tahap akhir dari pembangunan Bendungan Tapin ini,” ujarnya.

Dijelaskan Fikry, pengisian bendungan dengan total luas genangan 145,5 hekter lebih dan total pengisian air 56,6 juta meterkubik tersebut memerlukan waktu sekitar 4 hingga 5 bulan.

 “Cepat lambatnya pengisian tergantung dari curah hujan, tapi pihak tim pembangunan sudah melakukan pengkajian dan perhitungan, paling lama sekitar 5 bulan,” ujarnya.

Bendungan Tapin yang berlokasi di wilayah Pegunungan Meratus tersebut kedepan akan mampu mensuplai air irigasi seluas 5.472 jekter dan potensi air baku 500 liter/detik dan potensi energi listrik sebesar 3,3 mega watt. rny/ary/ani