loader image

Plt Gubernur Ajak OTG Ikuti Karantina Untuk Tekan Angka Kematian

Sambutan – Plt Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Resnawan saat menyampaikan sambutan sekaligus mengajak pasien positif Covid-19 yang termasuk orang tanpa gejala (OTG) untuk mau dirawat di karantina khusus.

BANJARMASIN – Plt Gu­ber­nur Kalsel, H Rudy Resnawan di­dampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta, Danrem 101 An­tasari, Brigjen TNI Fir­man­syah dan sejumlah anggota Sa­t­gas Penanganan Covid meninjau lo­kasi untuk mensosialisasikan pen­yembuhan di karantina khu­sus bagi para orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Turut mendampingi dalam pe­ninjauan pasien OTG ter­se­but, Plh Sekdaprov Kalsel, Roy Ri­zali Anwar, Plt Kepala BPBD Kal­sel Mujiyat, serta Kepala Di­nas Kesehatan Provinsi Kalsel ya­ng juga Juru Bicara Gugus Tu­gas, HM Muslim.

Tujuan giat kunjungan ter­se­but adalah salah satu upaya Sat­gas Penanganan Covid untuk me­nekan angka kematian di Kal­sel yang saat ini masih di atas 4 persen.

Kegiatan peninjauan dimulai da­ri Poskodalops atau Rumdin Wa­gub Kalsel, Selasa (6/9). Ru­dy Resnawan berangkat me­nin­jau menggunakan sepeda motor ya­ng telah disediakan.

Begitu pula Kapolda Kalsel, se­jumlah unsur Forkopimda serta ang­gota Satgas Penanganan Co­vid ikut menggunakan sepeda mo­tor dipimpin Plt Gubernur Kalsel paling depan.

Lokasi pertama yang di­kun­jungi adalah rumah salah satu OTG Covid 19 di kawasan Jalan Ge­rilya Komplek Graha Ma­h­a­ta­ma Blok Kasturi No 21 Rt 23 Rw 02 Kelurahan Tanjung Pa­gar, Kecamatan Banjarmasin Se­latan.

Bertemu dengan seorang OTG, Rudy memberikan pe­ma­ham­an agar mau mengikuti prog­ram karantina khusus yang tem­pat­nya sudah disediakan baik oleh Pemprov Kalsel maupun Pem­ko Banjarmasin.

“Apabila memang benar ter­ke­na Covid maka jangan takut atau malu melaporkan ke pihak ber­wenang sehingga upaya pen­yem­buhan dapat segera di la­­ku­kan,” katanya.

Rudy mengatakan, Satgas be­ru­paya dan terus berikhtiar agar para OTG yang melakukan iso­lasi mandiri supaya se­ce­pat­nya masuk karantina khusus se­hi­ngga mendapatkan upaya pen­yem­buhan intensif dari tenaga medis.

Usai mengajak OTG agar me­masuki karantina khusus, Ru­dy dan rombongan menuju Pus­kesmas Alalak Tengah Ke­ca­mat­an Banjarmasin Utara.

Dalam sambutannya di ha­dapan sejumlah OTG dan tenaga me­dis, Rudy mengatakan bahwa Co­vid bukan lah penyakit me­ma­lukan. “Covid bukan pen­ya­kit memalukan, karena itu apa­bila terkena Covid segera me­la­por agar dapat masuk karantina khu­sus untuk penyembuhan.

Upaya yang dilakukan Sat­gas Penanganan Covid tersebut ad­alah ikhtiar agar menekan ang­ka kematian di Kalsel yang ma­sih di atas rata- rata nasional.

“Mari kita bahu membahu da­lam menekan angka kematian aki­bat covid, salah satunya ada­lah dengan melakukan pen­yem­buh­an para OTG yang masih di luar,” instruksi Rudy.

Dalam kesempatan itu, R­u­dy dan Kapolda Kalsel melihat se­cara langsung karantina kh­u­sus di Balai Teknologi In­for­masi dan Komunikasi Pe­n­di­dik­an (BTIKP) terkait kesiapan ru­mah karantina menampung para OTG.

Penjelasan mengenai ke­si­ap­an dan fasilitas penyembuhan di  ru­mah karantina disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Ko­ta Banjarmasin, Machli Riyadi.

Usai kegiatan lapangan, Plh Ke­tua Harian Gugus Tugas Pe­na­ng­anan Covid-19 Kalsel, Roy Rizali Anwar memimpin rapat eval­uasi bersama unsur Polda Kalsel.

Dalam rapat tersebut, Roy me­nekankan saat ini Satgas be­rupaya menekan angka kematian aki­bat Covid di Kalsel. “Selain me­nekan angka kematian kita ju­ga ingin mengendalikan pe­ni­ng­kat­an kasus Covid 19 di Kalsel,” kata Roy.

Roy juga menekankan pe­r­lu­nya pelibatan RT/RW dan un­sur masyarakat dalam menekan pen­yebaran Covid 19. “Kami ber­harap dari rapat evaluasi ini da­pat dirumuskan langkah-la­ngkah dan strategi ke depan un­tuk memutus mata rantai pe­nu­laran Covid di Kalsel,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ke­se­hatan Provinsi Kalsel, HM Mu­s­lim sekaligus Jubir Gugus Tu­gas memaparkan tingkat ke­sembuhan di Kalsel sudah me­lam­paui rata-rata nasional. Na­mun di satu sisi juga harus me­li­hat tingkat kematian akibat covid. ary/syh/ani