loader image

Konsumen Paling Dirugikan

JAKARTA – Bisnis properti menjadi salah satu dari sekian sektor bisnis yang terhantam badai Covid-19. Beberapa pembangunan proyek properti seperti perumahan terancam ditunda, bahkan ada yang dinyatakan pailit.

Praktisi hukum dari Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia, Erwin Kallo menyatakan, dari pernyataan pailit ini, pihak yang paling dirugikan adalah konsumen.

Alasannya, konsumen adalah pihak yang tidak bersalah dan tidak tahu menahu jika proyek sedang dalam masalah atau tidak.

“Dari segi value jelas pasti rugi, kalau ditanya siapa paling rugi pertama, pasti konsumen, kedua bank, ketiga developer. Menurut saya kita harus lihat ini untuk selamatkan industri properti,” kata Erwin dalam tayangan virtual.

Dalam pasal 2 ayat (1) UU 37/2004, terdapat 3 jenis kreitur yaitu kreditur konkuren, kreditur separatis maupun kreditur preferen.

Khusus kreditur separatis dan preferen, mereka dapat mengajukan permohonan peyataan pailit tanpa kehilangan hak agunan atas kebendaan yang mereka miliki terhadap harta debitur dan haknya untuk didahulukan.

Erwin bilang, selama ini kosumen digolongkan sebagai kreditur konkuren dalam proses kepailitan, padahal konsumen-lah yang justru paling dirugikan.

Menurutnya, seharusnya konsumen dtempatkan sebagai kreditur preferen bukan kreditur konkuren karena konsumen tidak terlibat kesalahan proyek, misalnya dari kontraktor atau pengembangan.      

“Makanya justru konsumen harus jadi kreditur preferen karena dia tidak tahu apa-apa, tidak salah apa-apa, nyicil, nyicil, nyicil tahu-tahu pailit, begitu pailit dia terakhir, iya kalau ada sisanya,” tandas Erwin.      

Erwin mengatakan, industri properti adalah lokomotif ekonomi nasional yang memiliki multipli effect ke 175 industri lain. Ketika terjadi distrust (hilangnya kepercayaan) dari konsumen, industri properti sendiri yang akan mengalami kerugian.

Proyek properti siapa yang rugi? Bagaimana mengembalikan kepercayaan konsumen kalau terjadi distrust, akhirnya mereka akan beli yang jadi saja (properti. Lalu, bagaimana dengan pre project selling? Itu harus dipikirkan,” ujarnya. lp6/mb06