loader image

Jelang Pilwali, Tarif PDAM 10 Kubik Dicabut

Wakil ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin HR, kenapa jelang Pilkada tarif 10 kubik dicabut

BANJARMASIN -Menjelang pemilihan walikota ( Pilwali), Pemerintah Kota ( Pemko) Banjarmasin dan PDAM Bandarmasih melakukan kebijakan baru mencabut, satu kubik bayar sepuluh kubik.

Tepatnya jelang Pilkada Desember nanti, tiba – tiba tidak ada angin tidak ada hujan, Pemko Banjarmasin mengeluarkan kebijakan baru lagi, yakni mengembalikan tarif normal atau satu kubik bayar satu kubik.

Padahal, keluhan pelanggan soal kebijakan penarikan tarif 10 kubik, sejak 2017 lalu ketika dikeluarkan Pemko Banjarmasin itu, dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin HM Yamin HR mengatakan, sebenarnya saat keluarnya kebijakan satu kubik bayar sepuluh tidak mendapat persetujuan DPRD Banjarmasin.

“Saat itu, kami DPRD Banjarmasin jangankan menyetujui, mengetahui saja tidak. Sejak 2017 banyak masyarakat yang protes keras baik saat menerima aspirasi masyarakat. Kami sudah lama meminta kepada Pemkot untuk mengembalikan tarif normal PDAM,” ungkap Yamin.

Meskipun lamban, Politisi Partai Gerindra Banjarmasin itu mengapresiasi kebijakan Pemkot Banjarmasin, namun juga menyayangkan keluar jelang Pilkada Banjarmasin.

“Kenapa tidak dari dulu saat masyarakat teriak minta dikembalikan tarif normal. Ini ada apa,” ujar Yamin sambil tanya.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Bambang Yanto Permono menjelaskan, pengembalian tarif normal PDAM oleh Pemkot Banjarmasin, merupakan hal yang diperjuangkan Wakil Rakyat sejak lama.

“Terlebih ditengah situasi seperti saat ini, perekonomian melemah. Kami berharap tidak hanya mengembalikan tarif normal, namun juga bisa menurunkan tarif yang lebih murah untuk masyarakat,” jelasnya.edo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *