loader image

KPU Tetapkan 2,7 Juta DPS Pilgub Kalsel

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji beserta Komisionerlainnya saat membuka rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel tahun 2020.(edoy)

BANJARMASIN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan tetapkan 2.787.624 Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel tahun 2020.
Penetapan 2.787.624 DPS meliputi 1.392.357 laki-laki dan 1.395.267 perempuan dengan jumlah 153 kecamatan, 2008 kelurahan/desa dan 9.066 TPS seluruh Kalsel disampaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara provinsi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel tahun 2020 yang dipimpin oleh Ketua KPU Kalsel, Sarmuji beserta komisioner KPU Kalsel.


Selain itu dihadiri Komisioner KPU se Kalsel, Bawaslu Kalsel,perwakilan 16 partai politik, Polda Kalsel, Korem 101 Antasari, Kejati, Kanwil Hukum dan HAM, Badan Kesbangpol, Dinas Kependudukan, Pencatata Sipil, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalsel.Dan Tim Kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor-Muhidin serta Denny Indrayana dan Defriadi.


Ketua KPU Kalsel, Sarmuji, mengatakan,KPU Kalsel mengsahkan DPS Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel tahun 2020.”Nanti DPS ini akan kami turunkan ke tingkat TPS Desa untuk dicermati oleh penduduk atau pemilih apakah sudah terdaftar atau tidak,”ujar Sarmuji usai rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara provinsi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel tahun 2020, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Selasa (15//9).Catatan Bawaslu tadi, nanti akan dikoreksi by name by adress di Sigalih akan dikoreksi sampai penetapan pada bulan Oktober 2020.”Terkait permasalahan di Tabalong itu sudah diselesaikan di Tanggarong ada 22 nama yang sama, kemudian kita TMS kan 5 nama, kemudian 13 MS ke Tabalong, 4 nama MS Barito Timur dan 5 nama belum diketahui atau tidak dikenal,”jelasnya.


Masalah di Kabupaten Balangan itu sebagian ada masuk Kabupaten Kotabaru memang tidak bisa mencoklet lagi.Dari DPT 2019 sekitar 2.869. 166 ini berkurang sekitar 81 ribu jadi ada penurunan akan dianalisa apakah banyak yang meninggal, atau dahulu ada penggandaan DPT terdahulu.Itu bisa saja orang meninggal, atau pindah tidak diketahui tapi oleh Ketua RT dan tetangga tidak diketahui oarnganya, ada sebanyak di Tabalong bahkan sekitar 7 ribuan.Ada juga saat memecah TPS orang serumah terpecah.rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *