loader image

Bawaslu Permasalahan Dugaan DPS Ganda di Tabalong

BANJARMASIN- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan permasalahan dugaan Daftar Pemilih Sementara (DPS) ganda antara Desa Dambung Raya di Kabupaten Tabalong dan Desa Dambung Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.

Hal tersebut disampaikan, Bawaslu Kalsel pada rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel tahun 2020.Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel,  Erna Kasypiah, mengatakan, terkait Kabupaten Tabalong secara administrasi mungkin ada masuk ke daerah Kabupaten Barito Timur yakni Desa Dambung, tetapi permendagri Nomor 40 itu, masuk ke wilayah Kabupaten Tabalong.

Dan di dalam desa tersebut ada beberapa yang dicoklit ganda yakni Barito Timur dan Kabupaten Tabalong ini perlu kejelasan dia ini ada hak pilih wilayah dimana.Apakah masih secara administrasi KTP masuk di Barito Timur atau Tabalong.”Kalau hasil identifikasi kami ada 47 pemilih, “ujar Erna.Kalau di Kabupaten Balangan berdasarkan informasi desa tersebut masuk ke wilayah Kalimantan Timur sebagian dan Kotabaru sebagian.

Jika masuk daerah Kotabaru apakah dicoklit atau tidak.”Kalau tadi jumlah jiwa dan KK yang kami dapatkan, kami belum tau jumlah pemilihnya,”jelas Erna.Dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) ini terus terang tidak memiliki data karena KPU tidak memberikan data kepada Bawaslu terkait By name by adress pemilih.”Makanya proses pengawasan kami memastikan coklit ke rumah-rumah dengan dipastikan stiker ditempel ke rumah-rumah selesai ditingkat kecamatan, hari ini penetapan DPS baru dapat ditingkat Kabupaten/kota setelah ini baru dapat pemilih ini,”tambahnya.

Setelah dimiliki data by name by adress pemilih ini bisa dianalisis semua data per TPS itu, apakah orangnya asli penduduk setempat atau tidak.”Kami coba analisis data itu, kalau terindektifikasi ganda kami akan turun kelapangan kalau cukup waktu kami akan lakukan semuanya,”ujar Erna.

Dalam aturan tidak ada rawan, karena coklit pemutahiran data pemilih ada di TPS karena petugasnya orang kampung sendiri.

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Tabalong, Ardiansyah, mengatakan, sebenarnya untuk Desa Dambung Raya untuk Tabalong sedangkan persi Barito Timur adalah Desa Dambung.

Memang sejak 2018 putusan permendagri Nomor 40 tahun 2018 wilayah tersebut menjadi administrasi Tabalong.Akan tetapi karena dalam rangka tahap pemilih kawan-kawan Barito Timur memastikan data tersebut, memang kalau ber KTP masih Barito Timur sehingga memang diduga ada kegandaan karena coklit berdasarkan PPDP AKWK KTP Elektronik dengan dokumen elektronik atau KK” Diduga ada 7 KK atau 7 rumah ganda yang memiliki stiker dari jumlah pemilih 22 KK di desa tersebut, akan tetapi kita berdasarkan hasil KTP elektronik dan coklit yang masuk Tabalong ada 14 orang, kemudian yang MS ada 13 orang dan 1 orang TMS pindah domisili,tapi permasalahan ini sudah selesai,”ujarnya.Insa Allah untuk data pemilih di Desa Dambung Raya sudah selesai, akan tetapi tetap akan dicocokan dulu untuk melakukan sinkronisasi lagi antara Tabalong dan Barito Timur.”Jika masih ada diduga ganda kami akan memerintahkan PPK kemudian berjenjang PPS untuk melakukan verifikasi kembali terkait ganda tersebut, mudah-mudahan kita berharap dengan pertemuan di Kutai Kartanegara Desa Dambung Raya dan Dambung selesai tersebut khususnya di Tabalong ada 4 RT ada sekitar 452 pemilih yang berbetasan RT 4,”tambahnya.rdsTeks foto- Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel,  Erna Kasypiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *