loader image

Demokrasi Tetap Berjalan Walau Harus dengan Protokol Kesehatan

PELAIHARI – Demokrasi tak boleh berhenti karena pandemi, oleh karena itu, maka pelaksanaan Pilkada harus memperhatikan sejumlah protokol kesehatan demi menjaga stabilitas demokrasi.

Di Kabupaten Tanah Laut wabah virus dari Wuhan Negeri China cukup tinggi mencapai 886 positif, sehingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kalimantan Selatan ber­pengaruh.

Wakil Bupati (Wabub) Tanah Laut (Tala) Abdi Rahman mengingatkan masyarakat hendaknya agar perjalanan pesta demokrasi 9 Desember mendatang semua patuh terhadap protokol kesehatan.

“Mari kita jaga bersama demokrasi berjalan dan covid-19 juga menghilang,” kata Abdi Rahman saat mengikuti Deklarasi Komitmen Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Dalam Rangka Pilkada Provinsi Kalsel di Kabupaten Tala, Kamis (10/9) pagi di Halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari.

Abdi menuturkan kendati pemerintah telah menyiapkan adaptasi kebiasaan baru, namun begitu menurutnya ancaman penularan virus corona tetap terus membayangi.

“Bahkan angka pe­nu­larannya semakin bertambah dan menciptakan klaster-klaster baru hingga 9 Sep­tember tercatat 886 kasus Covid-19 di Kabupaten Tala,” keluh Abdi.

Untuk itu, kata Abdi, merupakan kewajiban bersama untuk saling menjaga komitmen guna pelaksanaan seluruh prosesi Pilkada Kalsel di Kabupaten Tala berjalan aman, damai, lancar dan demokratis.

“Tantangan Pilkada ditengah pandemi saat ini memang berat, namun pesta demokrasi ini tetap harus berjalan demi masa depan Kalsel, semua yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada Kalsel harus mentaati aturan tersebut, utamanya di wilayah Kabupaten Tala kita berharap tidak ada klaster Pilkada dan klaster-klaster baru lainnya,” ucap Abdi. can/ani