loader image

PLN Janjikan Utang tak Berdampak ke Tarif

JAKARTA – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Zulkifli Zaini menjawab kekhawatiran anggota DPR Mulan Jameela soal utang perusahaannya bernilai Rp694 triliun.

Ia menyatakan telah memahami posisi utang tersebut. “Kami paham mengenai itu dan memang dalam situasi covid-19 ini, komitmen kami adalah menjaga sustainability keuangan PLN terjaga dengan baik,” katanya.

Meski memiliki tumpukan utang, ia menjamin masalah tersebut tidak akan berdampak ke masyarakat. PLN katanya akan tetap berupaya menjaga tarif listrik supaya terjangkau bagi masyarakat.

Kebijakan tersebut katanya sudah dilakukan PLN dengan tidak menaikkan tarif listrik sejak 2017 lalu. “Jadi tidak ada kenaikan tarif sampai saat ini, yang ada adalah kenaikan pemakaian, padahal tagihan adal tarif dikali pemakaian, jadi kalau ada tagihan naik kami yakinkan kenaikan pemakaian bukan kenaikan tarif,” ucapnya.

Anggota Komisi VII DPR Mulan Jameela menyoroti utang sebesar Rp694,79 triliun yang ditanggung PT PLN (Persero) hingga kuartal I 2020. Anggota DPR dari Partai Gerindra itu menyatakan utang tersebut tidak sehat.

Ia khawatir kalau tak segera diatasi, utang bisa berdampak ke kenaikan tarif listrik ke masyarakat. Ia juga mempertanyakan upaya dan strategi perseroan melunasi utang jumbonya itu. “Dengan kondisi keuangan seperti ini tentu saja cukup mengagetkan dan tidak sehat,” imbuhnya.

Tak hanya dari Mulan, pertanyaan mengenai utang PLN juga disampaikan oleh Anggota Komisi VII lainnya, Dyah Roro Esti. Ia menilai jika penarikan utang adalah hal lumrah dilakukan dalam bisnis. Namun, ia mempertanyakan upaya PLN melunasi utang tersebut. cnn/mb06