loader image

LSM Forpeban Apresiasi Polda Kalsel

SERAHKAN PENGHARGAAN – Ibu-ibu dari Forpeban bersama Din Jaya menyerahkan penghargaan tanda terima kasih pada Polda Kalsel yang diwakili  Kabag Binopsnal Ditresnarkona Pol­da­KalselAKBP Sigit Komoro. mb/ris

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan mendapatkan apresiasi dari para penggiat anti korupsi karena telah berhasil me­ngu­ng­kap kasus narkoba jaringan internasional yang jumlah barang buktinya cukup besar.

Atas keberhasilan pihak Polda Kalsel yang berhasil menyita 500 Kg lebih narkoba jenis sabu dan ekstasi se­pan­ja­ng tahun 2020 ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rakyat Pembela Bangsa dan Negara (Forpeban) mengucapkan terima kasih atas kinerja kepolisian dalam mem­berantas peredaran narkoba di Bumi Lambung Mangkurat ini.

Sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kinerja Polda Kalsel, ibu-ibu dari LSM Forpeban menyerahkan penghargaan atau piagam, karena dari sekian banyak barang bukti jenis narkoba yang berhasil disita, sudah menyelamatkan jutaan warga atau masyarakat Ka­limantan Selatan.

 “Kami para penggiat anti korupsi sangat berterimakasih dengan Polda Kalsel, karena sudah berhasil beberapa kali mengungkap kasus narkoba jaringan internasional, dan berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi kalau ditotalkan lebih dari 500 Kg, atau setengah ton le­bih,”ucap Din Jaya selaku koordinator LSM Forpeban.

Ucapan terimakasih yang disampaikan LSM Forpeban, Kamis (13/8/2020), diterima Kabag Binopsnal Ditresnarkona PoldaKalselAKBP Sigit Komoro bersama Kasubdit 2 Kompol Ugeng Sudia Permana.

 “Saya mewakili pimpin mengucapkan terimakasih atas dukungannya, karena untuk memberantas narkoba itu harus melibatkan semua, termasuk masyarakat atau warga, dan kami selaku aparat penegak hukum sangat mengharapkan dukungan masyarakat dalam menjalankan tugas terutama menindak para pelaku kejahatan salah satunya narkoba,”jelas Sigit Kumoro.

Selain menyerahkan piagam penghargaan, LSM Forpeban itu menyerahkan data kepada pihak Polda Kalsel, untuk menindak adanya dugaan pelanggaran terkait perusahaan tambang maupun perusahaan galian C, serta ahli fungsi lahan perkebunan di daerah Tanah Laut, yang diduga melibatkan oknum. Sebelumnya, LSM Forpeban melakukan orasi di depan Kantor DPRD Kota Banjarmasin, dan Kejati Kalsel.ris