loader image

Wali Kota Banjarbaru Tutup Usia

SALAT – Sekdako Banjarbaru H Said Abdullah mengimami salat jenazah almarhum H Nadjmi Adhani.

SUASANA duka menyelimuti Banjarbaru. Orang nomor satu di Kota Idaman Banjarbaru, Drs H Nadjmi Adhani MSi menghembuskan nafas terakhir di RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (10/8) pukul 02.30 Wita.

Sebelum tutup usia, Wali Kota H Nadjmi Adhani menjalani perawatan sekitar dua Minggu di RSUD Ulin Banjarmasin, karena terpapar Covid-19.

Saat dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dari RSD Idaman Banjarbaru, Nadjmi Adhani melalui media sosial sempat menyampaikan permohonan maaf, apabila ada kekurangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan, beliau berpesan agar masyarakat jangan menganggap enteng Covid-19. Untuk itu, harus menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, sering cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, jaga jarak, dan hindari kerumunan.

Jenazah almarhum H Nadjmi Adhani dimandikan dan disalatkan di RSUD Ulin Banjarmasin, kemudian disalatkan  lagi di depan Taman Makam Bahagia Landasan Ulin Banjarbaru dengan diimami oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah MSi.

Setelah disalatkan, kemudian pembacaan Riwayat Hidup Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani oleh Kepala Bappeda Kota Banjarbaru Kanafi. Tampak Forkopimda, SKPD Provinsi Kalsel dan Forkopimda, SKPD Kota Banjarbaru.

Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dirinya sudah menganggap Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani sebagai saudara sendiri, lebih dari sahabat dan juga teman kerja. Tentu saja dirinya dan juga Pemerintah Kota Banjarbaru merasa kehilangan sosok H Nadjmi Adhani.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun, sesungguhnya semua hanya milik Allah dan kepada Allah kita kembali,” ucapnya.

PEMAKAMAN – Beberapa petugas dengan APD lengkap menurunkan peti jenazah ke liang lahat di Taman Makam Bahagia Landasan Ulin Banjarbaru.

H Darmawan Jaya Setiawan mewakili keluarga, mengucapkan permohonan maaf, mohon ridho kepada masyarakat Kota Banjarbaru, untuk melapangkan jalan almarhum. “Mungkin ada perkataan atau perbuatan yang sengaja atau pun tidak sengaja, ulun minta maaf, minta ridho lawan pian barataan,” tutur H Darmawan Jaya Setiawan.

H Darmawan Jaya Setiawan juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu merawat, menjaga, sejak dari rumah, di Rumah Sakit Daerah Idaman, Rumah Sakit Daerah Ulin Banjarmasin, semua tenaga kesehatan, dan para kerabat.

“Hingga hari ini begitu banyak doa dari berbagai kalangan masyarakat, ulama yang mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya insyaAllah ulun yakin bahwa ini tanda beliau adalah orang baik dan patut kita cintai dan kita patut diteladani,” katanya.

TABUR BUNGA – Isteri almarhum Hj Ririen Kartika Rini Nadjmi Adhani didampingi petugas kesehatan menaburkan bunga di atas makam suami tercinta.

H Darmawan Jaya Setiawan mengungkapkan, saat perjalanan ke RSUD Ulin, beliau berpesan agar masyarakat jangan sakit, jaga kesehatan, laksanakan protokol kesehatan, kemudian beliau mengajak terus memberikan yang terbaik untuk Banjarbaru dan masyarakat Banjarbaru.

Almarhum H Nadjmi Adhani bin H Hardansyah lahir pada tanggal 27 Septermber 1969. Lulusan APDN, sempat menjabat sebagai lurah di 13 kelurahan di Banjarbaru, dan dua kali sebagai camat di Banjarbaru.

Pada 2015 bersama H Darmawan Jaya Setiawan maju sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru melalui jalur independen. Banyak prestasi yang diraih Banjarbaru selama kepemimpinan almarhum bersama wakilnya. dio