loader image

Gula Masuk Pasar Ritel

BANDAR LAMPUNG – BUMN sektor perkebunan melalui PTPN Holding Company resmi masuk ke pasar ritel. Melalui produk gula putih, PTPN Grup merilis lima merek gula putih dalam kemasan eceran satu kilogram, di Jakarta.

Langkah ini untuk mendukung program pemerintah dalam stabilitas kebuuhan bahan pangan nasional. Direktur Utama PTPN Grup Muhammad Abdul Ghani mengatakan, gula merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok.

Selama ini, produk gula putih nasional belum mampu memenuhi permintaan pasar sehingga pada momen tertentu terjadi anomali stok dan harga.

“Produk gula kemasan ritel satu kilogram ini merupakan langkah serius PTPN Grup sebagai bagian bisnis gula yang berkelanjutan. Ini sekaligus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan stabilitas harga di masyarakat,” kata Ghani dalam keterangan persnya.

Menurut dia, PTPN Grup mulai masuk ke pasar ritel sebagai bagian dari program transformasi dan diversifikasi usaha yang dilakukan BUMN perkebunan. Selama ini seluruh anak perusahaan PTPN Grup bergerak di indutri agro dengan fokus kepada enyediaan bahan baku.

Sementara untuk industri hilirnya hingga produksi sampai kepada konsumen masih belum ditangani serius.

Ghani menambahkan, PTPN Grup menargetkan pihaknya akan memproduksi gula konsumsi tahun ini sebanyak satu juta ton. Tujuh anak perusahaan yang memiliki lahan dan pabrik gula, yakni PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV. Para anak perusahaan itu juga didukung oleh tebu milik petani yang secara keseluruhan sekitar 168.000 hektare.

“Proyeksi produksi pada 2020 ini, akan menghasilkan 12,2 juta ton. Jika rendemen rata-rata delapan persen, maka akan jadi gula kristal sekitar satu juta ton,” ujar Ghani.

Direktur Pemasaran PTPN Grup Dwi Sutoro mengatakan, gula adalah komoditas yang saat ini paling siap untuk masuk ke pasar ritel. rep/mb06