loader image

Gas Elpiji Subsidi Pengaruhi Defisit

JAKARTA – Masyarakat mampu diingatkan untuk tidak menggunakan Elpiji 3 Kilogram (Kg) atau Elpiji bersubsidi. Ini penting untuk membantu ingankan beban pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, Elpiji 3 Kg disediakan pemerintah untuk kelompok miskin. Namun hingga hari ini masih banyak digunakan oleh kelompok masyarakat mampu.

“Masyarakat mampu masih banyak kedapatan menggunakan Elpiji 3 kg. Ini juga terjadi karena disparitas harga dengan Elpiji non-subsidi yang masih besar,” kata Mamit, di Jakarta.

Menurut Mamit, jika kelompok masyarakat mampu menggunakan Elpiji 3 Kg bersubsidi maka beban keuangan negara akan meningkat. Sebab subsidi bertambah dan hal ini diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi.

Selain itu, saat ini 70 persen bahan baku Elpiji masih impor. Jika subsidi terus, defisit transaksi berjalan akan makin tinggi.

Dia pun meminta masyarakat golongan mampu tidak menggunakan Elpiji 3 Kg bersubsidi. Sebab, akan merugikan kelompok masyarakat lain dan juga para pedagang kecil yang memang lebih berhak mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Jika kelompok masyarakat mampu masih bandel menggunakan gas Elpiji 3 kg, bisa dipastikan kuota Elpiji 3 Kg bersubsidi akan jebol dan ujung-ujungnya justru memberatkan Pertamina dan keuangan negara.

“Setiap kali over, maka ini menjadi tanggungan Pertamina. Sementara ketika kuota jebol dan terpaksa ditambah oleh Pertamina, belum tentu juga diganti pemerintah karena masih perlu dihitung selisihnya dan tergantung audit BPK,” jelas Mamit. mdk/mb06