loader image

Dewan Ingatkan Rapat Paripurna Gunakan Protokol Kesehatan Covid-19

Ketua Fraksi Persatuan Nurani Demokrat (PND) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Asbullah,SH saat melakukan intrufsi terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19.edoy

BANJARMASIN – Ketua Fraksi Persatuan Nurani Demokrat (PND) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Asbullah,SH, layangkan intrufsi kepada pimpinan rapat paripurna terkait pemberlakuan protokol kesehatan Covid-19.

Pasalnya, dalam beberapa kali rapat paripurna DPRD Kalsel pemberlakuan prokol kesehatan Covid-19 sudah mulai lenggang dengan kondisi ruangan tidak memadai, terkesan tidak ada jarak bagi anggota dewan maupun tamu undangan yang hadir, selain itu tidak lagi diberlakukannya virtual bagi anggota dewan yang ingin mengikuti rapat paripurna.

Hal tersebut disampaikan, Asbullah pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin, Ketua DPRD Kalsel, H.Supian HK didampingi Wakil, M.Syaripuddin beserta anggota dewanlainnya dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H.Abdul Haris Makkie.

Asbullah mengatakan, tadi sudah disampaikan kepada pimpinan dewan pada rapat paripurna terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19, agar jaga jarak diberlakukan.”Cuma karena kondisi ruangan kita pas-pasan tidak mungkin menggeser meja dan kursi berjaga jarak, jadi kami minta kehadiran virtual itu diaktifkan kembali agar bisa mengikuti jarak jauh, karena sejak 3 kali paripurna virtual sudah dihentikan,”ujar Asbullah usai rapat paripurna DPRD Kalsel, Kamis (6/8).

Kalau itu terjadi kecemburuan diantara anggota ada yang turun secara fisik dan virtual, diatur saja di fraksi masing-masing bergantian tidak ada yang merasa virtual saja seterusnya. Sama seperti Setwan melaksanakan ganjil dan genap.

Baca juga :  Jadikan Masjid Pusat Kajian Ilmu Keislaman

“Protokol kesehatan di ruang rapat paripurna harus diberlakukan,”tegasnya.

Alternatif bisa digunakan skat dalam rangka mengurangi risiko tertular di DPRD Kalsel.”Kami secara pribadi dilakukan Rapid test dulu sebelum di swab,kalau ternyata tidak ada gejalanya akan buang-buang uang saja,”tambahnya.

Karena anggota dewan sebelum berangkat kunjungan kerja dilakukan Rapid test dulu, artinya dewan sudah melaksanakan juga protokol kesehatan Covid-19. Kalau ternyata ada indikasi terkena virus baru dilakukan Test Swab.rds