loader image

Rakyat Harus Urus Sertifikat Tanah

GUBERNUR Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah secara gratis melalui program (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) PTSL di Kalsel. humpro

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor menyatakan, Pemprov terus mendorong upaya penataan pertanahan di banua ini, khususnya program sertifikat tanah secara gratis.

 “Saya terus didorong upaya penataan pertanahan di banua ini, seiring dengan program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang, kini sudah lebih ratusan ribu tanah rakyat di Kalsel mendapatkan sertifikat secara gratis,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (29/7).

Hal itu disampaikannya pada Launching Sosialisasi Pencegahan Mafia Tanah dan Penyerahan Sertifikat Tanah secara simbolis di Provinsi Kalimantan Selatan, di Gedung Idham Chalid Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru.

Paman Birin (sapaan akrabnya), mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan Pemprov Kalsel dalam usahanya memberikan sertifikat tanah gratis dan pencegahan mafia tanah di Kalsel.

 “Saya mengucapkan terima kasih atas berbagai upayanya dalam menata pertanahan di Kalsel, khususnya program sertifikat tanah secara gratis dan sosialisasi pencegahan mafia tanah dengan sertifikat tanah ini,” katanya.

Paman Birin menegaskan, rakyat memiliki kepastian hukum atas hak tanah yang mereka miliki, apalagi Kalsel sebagai gerbang ibukota Negara, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020 – 2024, dengan posisi yang strategis ini kemungkinan permainan illegal dalam pengurusan tanah sangatlah memungkinkan.

Tahun 2020 ini, kata Paman Birin, Kalsel akan mendapat sertifikat tanah secara gratis sebanyak 280.000 persil. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong masyarakat agar mengurus sertifikat tanah yang dimiliki.

Paman Birin pada setiap kesempatan melakukan perjalan ke berbagai pelosok desa juga terus menginstruksikan kepada Kepala Desa, maupun Lurah agar memberikan sosialisasi dan edukasi tentang arti pentingnya sertifikat tanah, bertindak hati-hati dan teliti dalam pengurusan hak atas tanah.

Diharapkan hak atas tanah yang telah bersertifikat, akan memberikan kesejahteran bagi seluruh rakyat, khususnya di Kalimantan Selatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalsel, Alen Saputra mengungkapkan 70 persen tanah di Kalsel belum bersertifikat, namun tahun ini seluas 3.000 bidang tanah sudah selesai dibagikan lewat program (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) PTSL.

 “Hari ini secara simbolis dibagikan empat surat tanah yang sudah jadi kurang lebih seluas 12 ribu, target tahun ini ada seluas 16.500 bidang tanah dan untuk antisipasi mafia, ada sosialisasi untuk masyarakat memanfaatkan tanahnya dan mengurus surat dan tanda batas serta sertifikat sehingga mengurangi mafia tanah,” katanya. adpim/ani